Trump Ancam Potong Subsidi General Motors

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 28/11/2018 11:22 WIB
Trump Ancam Potong Subsidi General Motors Pekerja merakit Chevrolet Bolt di pabrik General Motors di Orion Township, Michigan, Amerika Serikat. (Foto: REUTERS/Joe White)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan keras buat General Motors (GM) yang sebelumnya mengatakan bakal menutup lima pabrik di AS dan mengurangi total 15 persen pekerja. Trump mengancam akan memutus subsidi buat GM bila hal itu dilakukan.

Kemarahan Trump terpantau dari salah satu unggahan dalam akun twitter resminya. Ekspresi Trump seperti ini merupakan yang terkini setelah sebelumnya dia dikenal sering menyerang perusahaan AS yang gagal memenuhi janjinya melindungi pekerjaan di AS.

"AS telah menyelamatkan General Motors, dan ini terima kasih yang kita dapat. Kami sekarang mencari cara memotong semua subsidi @GM, termasuk untuk mobil listrik," kicau Trump.




Dua di antara lima pabrik GM yang bakal ditutup di AS berada di Michigan dan Ohio. Keduanya berperan penting buat Trump saat proses pemilihan Presiden AS pada 2016 lalu.

GM menjelaskan keputusannya perlu dilakukan agar bisa menghadapi perubahan pasar otomotif. GM dihadapi penurunan penjualan mobil kecil dan pergeseran sumber daya setelah berinvestasi untuk kendaraan listrik dan otonom.

Dilaporkan AFP, Selasa (28/11), mengabarkan, GM merespons ucapan Trump dengan mengatakan, "Berkomitmen mempertahankan kehadiran manufaktur yang kuat di AS, sesuai bukti dari investasi lebih dari 22 miliar dolar AS di operasi AS sejak 2009".

Selain itu pihak GM juga menjelaskan "banyak" pekerja terdampak "punya kesempatan pindah ke pabrik lain GM" yang memproduksi model lebih populer yaitu truk dan SUV.

Saat ini AS menyediakan subsidi sebesar 2.500 dolar AS hingga 7.500 dolar AS setiap pembelian mobil listrik tergantung model dan seberapa banyak telah terjual. GM saat ini menawarkan mobil listrik Chevrolet Bolt dan bila ucapan Trump terwujud bukan tidak mungkin subsidinya dihentikan tahun depan.

Sebelumnya Trump juga menyoroti keputusan GM terkait upayanya masuk lebih dalam ke pasar luar negeri, terutama China yang sekarang lebih banyak menjual kendaraan ketimbangg AS. Keputusan mendirikan pabrik di China dikatakan pertaruhan dan Trump menyatakan melindungi pekerja AS. Dia juga mengkritik bahwa tidak ada satupun pabrik GM di China yang ditutup. (fea)