Salah satu skema iklan palsu ini diberi nama "Methbot" yang meluncur pada 2014. Jaksa AS menyebut bahwa mereka menyewa lebih dari 1.900 server komputer yang berlokasi di beberapa kota pusat data komersial AS untuk menjalankan skema ini.
Mereka menggunakan server tersebut untuk menipu seakan-akan iklan yang dipajang di situs yang sudah mereka buat telah diklik oleh pengunjung asli manusia. Padahal pengunjung iklan tersebut adalah botnet yang mereka buat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Botnet adalah software yang bertindak seperti robot yang digerakkan dengan perangkat lunalk untuk melakukan aksi tertentu secara otomatis di internet. Mereka bisa digunakan untuk mengklik iklan secara otomatis di situs, mencuit otomatis, dan sebagainya. Sistem ini memungkinkan pelaku untuk memanipulasi data hingga mengendalikan komputer korban sesuai dengan kepentingannya.
Delapan pelaku penipuan yang dituduh tersebut adalah Sergey Ovsyannikov dan Yevgeniy Timchenko yang berasal dari Kazakhstan, serta Aleksandr Zhukov, Boris Timokhin, Mikhail Andreev (yang juga Ukraina), Denis Avdeev, Dmitry Novikov, dan Aleksandr Isaev yang berasal dari Rusia.
Mereka didakwa dengan berbagai tuduhan termasuk penipuan nirkabel, penyusupan komputer, pencurian identitas, dan pencucian uang.
Ovsyannikov, Zhukov dan Timchenko ditangkap di luar negeri dalam beberapa minggu terakhir, sementara yang lain ditangkap bersamaan.
Lihat juga:Tentara Siber, Hoaks, dan Kampanye Politik |
Selain itu, Ia juga mengatakan bahwa kasus ini merupakan sebuah bentuk eksploitasi. Dalam hal ini, pelaku akan merusak kepercayaan pada sistem iklan tersebut, yang melibatkan seluruh perusahaan yang terkait serta pelanggannya.
Sebelumnya, AS telah menjatuhkan hukuman kepada lima perusahaan Rusia dan tiga orang lainnya pada Juni lalu, yang dituduh telah melakukan operasi peretasan atas nama Rusia. (jef/eks)