Facebook Dinilai 'Pilih Kasih' pada Orang Kulit Hitam

CNN Indonesia | Sabtu, 01/12/2018 12:09 WIB
Facebook Dinilai 'Pilih Kasih' pada Orang Kulit Hitam Ilustrasi. (REUTERS/Eric Gaillard)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan pegawai Facebook mengumumkan perusahaan global ini memiliki masalah dengan orang kulit hitam. Pasalnya, Facebook gagal memasukkan orang kulit hitam untuk bekerja di perusahaan.

"Facebook memiliki masalah orang kulit hitam. Kekecewaan Facebook terhadap orang-orang kulit hitam di platform itu mencerminkan marginalisasi karyawan kulit hitamnya," kata Mark Luckie yang juga berkulit hitam, seperti yang dilansir dari AFP.

Luckie mengatakan ia telah membagikan memo tersebut dalam jejaring sosial di seluruh dunia pada awal bulan ini, tak lama setelah ia keluar dari jejaring sosial ciptaan Mark Zuckerberg ini.




Dalam memo tersebut, Luckie menuliskan gambaran bahwa orang kulit hitam adalah salah satu demografi yang paling terlibat di jejaring sosial tersebut. Kendati demikian, Facebook tidak menyediakan tempat yang nyaman untuk bercakap-cakap di Facebook.

Konten-konten telah dihapus dan akun-akun telah ditangguhkan akibat laporan dari orang non-kulit hitam. Mereka melaporkan konten dan akun ini mendorong ujaran kebencian. Padahal kata Luckie, akun maupun konten tersebut tidak menyebarkan ujaran kebencian.

Bahkan pegawai kulit hitam di Facebook sering mendengarkan pernyataan yang merendahkan di tempat kerja.

"Saya tidak tahu orang kulit hitam bekerja di Facebook," cerita Luckie mencotohkan salah satu sikap merendahkan tersebut.
Luckie mencatat saat ini persentase orang berkulit hitam sekitar empat persen dari total angkatan kerja. Angka ini meningkat dari 2016 dengan angka dua persen.

"Di beberapa bangunan bahkan ada lebih banyak poster 'Black Lives Matter', daripada jumlah pegawai kulit hitam," ujar Luckie.

Laporan keberagaman Facebook pada Juli mengonfirmasi angka empat persen tersebut dan menunjukkan bahwa persentase peran orang kulit hitam dalam penjualan meningkat hingga delapan persen.

"Namun, kami terus menghadapi tantangan dalam merekrut karyawan berkulit hitam dan Hispanik dalam peran teknis dan kepemimpinan senior," kata Chief Diversity Officer Maxine Williams dalam laporan itu.

Luckie kemudian mempertanyakan keberadaan pekerja Facebook yang disewa untuk memberikan komentar dengan tujuan keragaman dalam laporan itu. Dia mengatakan banyak kisah-kisah bahwa orang kulit hitam diperlakukan agresif oleh keamanan perusahaan.

"Untuk merasa seperti keanehan di tempat kerja Anda sendiri karena warna kulit Anda saat melewati poster yang mengingatkan Anda untuk menjadi diri Anda yang otentik terasa tidak otentik," ujar Luckie.

Memo di Facebook ini kemudian dibalas oleh seorang pria yang mengaku adalah pekerja Facebook. Pria yang bernama Carl Smith ini mengatakan bahwa pengalaman Luckie tidak mewakilkan suara orang kulit hitam di perusahaan.

"Di kantor, saya sering memakai kaos hitam pro, Colin Kaepernick Jerseys, atau kemeja Black Lives Matter untuk bekerja dan saya merasa benar-benar nyaman melakukannya karena saya benar-benar percaya bahwa saya bisa menjadi diri saya sendiri setiap hari sehingga saya datang untuk bekerja," dia Carl. (jnp/age)