Aktivitas ini merupakan bagian tujuan NASA mengirim astronaut ke bulan sekitar 10 tahun lagi. Perjalanan manusia ke bulan itu merupakan yang pertama setelah Apollo mendarat di sana pada 1960an dan 1970an.
Lihat juga:INFOGRAFIS: Misi ke Mars dari Masa ke Masa |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sembilan perusahaan yang akan mengajukan tawaran, satu-satunya nama yang terkenal adalah raksasa kedirgantaraan, Lockheed Martin. Perusahaan ini sudah membangun landasan bagi InSight yang telah mendarat Senin lalu di Mars dan memiliki relasi dengan NASA.
Lihat juga:Menakar Potensi Kehidupan Manusia di Mars |
Keputusan membuka tender proyek luar angkasa ini menandai adanya perubahan besar dalam sistem operasi NASA. Walaupun, beberapa perusahaan swasta telah menggunakan jasa melalui perusahaan seperti Space X dan Boeing untuk mengangkut peralatan ke Stasiun Luar Angkasa.
NASA memilih menjadi pelanggan bagi bisnis swasta yang dapat membantu mereka membangun pesawat ruang angkasa sendiri, alih-alih menjalankan program yang dibiayai pemerintah, seperti Apollo.
"Cara ini akan memungkinkan NASA untuk memangkas biaya," jelas Bridenstine.
Lihat juga:VIDEO: Misi Robot Milik NASA ke Mars |
"Pendaratan astronaut yang sebenarnya di Bulan mungkin tidak akan terjadi hingga akhir 2020-an," ungkap NASA.
Sebelumnya, pada awal tahun ini, NASA membatalkan satu-satunya kendaraan robotik yang sedang dikembangkan untuk mengeksplorasi permukaan Bulan, yakni misi Resource Prospector (RP). Kendaraan ini telah dikembangkan selama sekitar satu dekade untuk menjelajahi daerah kutub di Bulan. (fea)