4 Penyebab Kantuk saat Mengemudi

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 02/12/2018 16:06 WIB
4 Penyebab Kantuk saat Mengemudi Salah satu penyebab munculnya rasa kantung saat pengemudi 'terjebak' di jalanan yang panjang dan lurus. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kondisi fisik pengemudi yang tidak sehat dan menahan rasa kantuk potensi membahayakan diri sendiri dan pengendara lainnya. Untuk diketahui persoalan mengantuk tidak boleh disepelekan oleh pengendara.

Rasa kantuk setidaknya menjadi bahaya utama yang akan kita temui di jalan. Fakta itu diperkuat oleh data yang dikeluarkan oleh Korlantas Mabes Polri menyebutkan bahwa sebesar 65,67 persen kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh human error atau kesalahan manusia. Kedua faktor tersebut menjadi penyebab sebagian besar kecelakaan lalu lintas.

Lalu sebenarnya apa saja yang menyebabkan seorang pengemudi merasa kantuk. Berikut penyebabnya.



Kondisi Tubuh Tidak Sehat


Larangan mengemudi saat tubuh tidak saat tidaklah main-main. Bagaimana tidak, saat tubuh tidak sehat berbagai kemungkinan bisa terjadi pada kita, mulai dari pusing bahkan pingsan secara tiba-tiba. Tak hanya itu, kondisi pun akan semakin buruk jika kita pun sudah ada di bawah pengaruh obat. Rasa kantuk setidaknya menjadi bahaya utama yang akan ditemui. Karena itu, sebaiknya kita waspada terhadap kondisi tubuh saat ingin mengemudi.

Gangguan Tidur

Faktor lain yang bisa menyebabkan rasa kantuk saat mengemudi tak lain adanya gangguan tidur. Saat seseorang memiliki ritme tidur yang tidak teratur maka bisa menyebabkan gangguan tidur. Hal inilah yang nantinya bisa menyebabkan kita mudah lelah dan mengantuk saat mengemudi.


Pengaruh Minuman Keras


Hal lain yang bisa menyebabkan rasa kantuk adalah adanya pengaruh minuman keras. Pengaruh alkohol atau minuman keras pada setiap orang berbeda-beda, namun pada umumnya minuman keras bisa menyebabkan seseorang hilang kesadaran secara tiba-tiba karena mengantuk. Karena itulah, sebaiknya Anda tidak mengemudi jika sedang dibawah pengaruh minuman keras.

Jalanan Panjang dan Lurus

Selain faktor dari tubuh, faktor luar pun berpengaruh, salah satunya saat pengemudi 'terjebak' di jalanan yang panjang dan lurus. Jalan di daerah perkotaan tentu akan berbeda dengan jalan di daerah terpencil maupun jalan tol yang sepi. Seperti contohnya Tol Cipali, tak bisa dipungkiri tol ini kerap memakan korban jiwa.

Salah satunya adalah akibat pengemudi yang mengantuk. Ya, jalanan yang panjang dan lurus membuat pengemudi bosan dan akhirnya mengantuk. Di saat seperti ini, sebaiknya Anda memiliki teman selama perjalanan untuk menemani mengemudi.

Faktor-faktor di atas tentunya harus dipahami oleh setiap pengemudi, tak terkecuali kita yang kerap mengemudi bersama keluarga, mengutip Nissan. (ryh/mik)