The Information melaporkan bahwa perusahaan yang dibangun Travis Cordell Kalanick ini tak hanya menyediakan kebutuhan berkendara dengan mobil, tapi juga moda transportasi lainnya. Keputusan ini diutarakan setelah mereka membeli penyewaan sepeda, Jump, senilai US$200 juta (Rp2,8 triliun)pada April silam.
Laporan juga menyebutkan bahwa akuisisi Bird mungkin akan senilai "multi-miliar dolar", begitu juga dengan Lime yang merupakan pesaingnya yang lebih kecil. Jika sepakat, akuisisi tersebut kemungkinan akan diumumkan sebelum tahun baru, seperti ditulis The Verge.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Cengkeraman Bisnis Saudi di Jagat Teknologi |
Di sisi lain, Bird sendiri diluncurkan oleh mantan eksekutif Uber Travis Vander Zanden dan mempekerjakan tim kecil manajer dan pemasaran yang termasuk mantan staf Uber. Perusahaan ini menggandakan valuasinya hanya dalam waktu empat bulan menjadi US$2 miliar setelah mengumpulkan US$400 juta dari investor.
Di Indonesia sendiri, Uber mencoba menjadi lokal dengan cara menambah UberMotor. Namun akhirnya perusahaan yang disuntik dana oleh Softbank ini mempercayakan operasinya di Asia Tenggara termasuk Indonesia kepada Grab yang juga mendapat kucuran dana dari sumber yang sama. (kst/eks)