Berdasarkan laporan kantor berita asal Jerman DPA pada Minggu (11/12), yang dikutip oleh AFP, para pemanufaktur mobil Jerman berharap dapat meyakinkan Trump untuk tidak memberlakukan tarif baru pada mobil impor dari Eropa. Hal ini dikatakan akan sangat merugikan penjualan otomotif di AS.
Kantor berita Jerman DPA melaporkan bahwa perusahaan-perusahaan yang akan 'berjuang' di Gedung Putih adalah Volkswagen, Daimler dan BMW. Mereka akan mengadakan pembicaraan dengan Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross dan Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer, kata sumber dilansir AFP, Senin (3/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Komisioner Perdagangan Uni Eropa Cecilia Malmstrom mengatakan dalam konferensi pers di Brussels, bahwa Uni Eropa sedang menyusun daftar langkah-langkah balasan jika AS menetapkan tarif terhadap mobil impor.
Perang tarif ini dipercaya akan merugikan selain bagi para konsumen dan pengusaha manufaktur di Amerika Serikat yang disebut menghadapi kenaikan harga.
Ia pernah mengeluh karena terlalu banyak mobil Mercedes di New York, yang setelah itu dikritik oleh menteri ekonomi Jerman yang meminta AS untuk membuat mobil yang lebih baik.
Industri mobil Jerman telah merasakan dampak dari gencatan dagang antara AS dengan China, yang telah memberlakukan bea masuk barang senilai ratusan miliar dolar.
Kendati demikian, ada beberapa bantuan yang diberikan kepada industri mobil asal Jerman, yang telah membangun pabrik di AS dan China, Trump dan mitranya dari Tiongkok Xi Jinping mengumumkan bahwa gencatan perang tarif akan diberlakukan setelah pertemuan G20 di Argentina. (jef/mik)