Sering Hujan, Waspada Air Menyusup Sampai Merusak Mesin

CNN Indonesia | Kamis, 06/12/2018 18:04 WIB
Sering Hujan, Waspada Air Menyusup Sampai Merusak Mesin Banjir di Sejumlah Daerah di Indonesia. (Foto: ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Water hammer atau kondisi saat pembakaran mesin terkontaminasi air adalah situasi yang harus dihindari pengemudi kendaraan. Tingkat waspada disarankan lebih tinggi mengingat belakangan sering hujan.

Menurut penjelasan Head Dealer Technical Support PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi salah satu penyebab masuknya air ke dalam pembakaran mesin melalui saringan udara. Sebab itu pengemudi wajib mengetahui posisi saringan udara kendaraan agar bisa memahami potensi kemasukan air.

Salah satu kasus paling umum water hammer, yakni air menyusup lewat saringan udara ketika melintasi genangan air yang tinggi atau banjir.


"Kita harus memperhatikan ketinggian corong saringan udara kita, kalau ketinggian airnya lebih dari corong saringan, lebih baik jangan menerjang," ucapnya.

Ada banyak alasan mengapa pengemudi pada akhirnya nekat melintasi genangan yang memungkinkan air masuk ke saringan udara. Perlu diingat, water hammer merupakan kerusakan mesin kategori parah dan bila sudah kronis sulit dan mahal diperbaiki.

Saat terlalu banyak air masuk ke sistem pembakaran, mesin bisa mati. Saat itu terjadi pengemudi disarankan tidak memaksakan mobil terus menyala atau mencoba menyalakan saat mesin sudah mati.

"Kalau menerjang genangan air yang cetek atau biasa, seharusnya tidak akan menimbulkan masalah. Tetapi kalau genangannya cukup tinggi, lama, dan panjang lebih baik segera melakukan pengecekkan," kata Didi saat dihubungi oleh CNNIndonesia.com, Senin, (3/12).

Pengecekan

Ketika terlanjur melintasi banjir lantas terasa kerja kendaraan tidak normal, disarankan agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh, terutama pada bagian oli, saringan udara, kelistrikan, dan rem.

Bila diperlukan lakukan penggantian oli buat menghindari oli lama yang sudah tercampur air terus-terusan dipakai dan pasti merusak internal mesin. Pastikan saringan udara yang basah langsung diganti agar air yang masih menempel tidak masuk pula ke dalam mesin.

Terakhir, Didi menyebut memeriksa sensor-sensor fitur misalnya kantong udara dan Anti-lock Braking System (ABS) yang biasanya berada ada di bagian bawah kendaraan. Sensor-sensor itu disebut dapat rusak karena karat yang disebabkan air hujan. (Jef/fea)


BACA JUGA