"Saat ini penelitian di Gunung Padang terbengkalai. Pemerintah kayaknya cuek-cuek saja. Padahal setahu saya sudah ada Perpres, Permen dari Kemendikbud di tahun 2014 untuk meneruskan penelitian dan pemugaran," jelas Dr Danny Hilman Natawijaya, peneliti Puslit Geoteknologi LIPI, saat dihubungi via sambungan telepon (7/12).
Aturan yang dimaksud berdasarkan Perpres nomor 148 tahun 2014 tentang Pengembangan, Pelindungan, Penelitian, Pemanfaatan, dan Pengelolaan Situs Gunung Padang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Objek Wisata Alam Favorit di Situbondo |
Gunung Padang situs megalitikum yang sudah dikenal sejak abad 19. Namun, masyarakat mengenalnya sebagai situs megalitikum biasa yang ada di puncak gunung. Namun, ketika Danny berkunjung ke sana ia curiga bahwa ada struktur bangunan di bawah situs tersebut. Berdasarkan penelitian yang dipimpin oleh Tim Terpadu Riset Mandiri Gunung Padang, disimpulkan bahwa ada struktur bangunan di bawah situs megalitik tersebut.
Lihat juga:Menakar Potensi Kehidupan Manusia di Mars |
"Pemaparan ini sebagai bentuk publikasi ilmiah untuk mempropagandakan situs langka di Indonesia kepada dunia [...] Nasibnya agak terkatung-katung kurang diperhatikan," lanjutnya lagi.
Setelah publikasi ilmiah ini menurut Danny nantinya akan disusul dengan pembuatan jurnal ilmiah formal. Jurnal tersebut dibuat berdasarkan pengerjaan penelitian penggalian di lapangan yang sudah dilakukan pada 2011 hingga 2014. (eks/evn)