Analisis

Impor Pajero Sport, Tak Ada Mimpi Indah untuk Mitsubishi

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Sabtu, 08/12/2018 13:05 WIB
Impor Pajero Sport, Tak Ada Mimpi Indah untuk Mitsubishi Belum ditentukan kapan cap impor kembali menempel pada Mitsubishi Pajero Sport. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mitsubishi Pajero Sport akan kembali mengecap status impor utuh (CBU) dari Thailand setelah diproduksi di pabrik Bekasi pada 2017. Belum ditentukan kapan cap impor kembali menempel pada kendaraan tujuh penumpang tersebut.

Sejak Pajero Sport diproduksi lokal, kendaraan jenis sport utility vehicle (SUV) itu kian kompetitif di pasar otomotif dalam negeri meski harganya tak 'semurah' yang dibayangkan dengan status 'lokalnya'.

Saat itu, Mitsubishi menjadi pabrikan otomotif kedua yang merakit lokal SUV mediumnya setelah Toyota. Panggung industri otomotif pun kian semarak setelah kedatangan Pajero Sport yang lama dinanti.


Namun, saat asik-asiknya bermimpi indah, Mitsubishi tiba-tiba mendadak terbangun dan harus mengumumkan Pajero Sport bakal impor lagi.

Menanggapi fenomena tersebut, Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) punya jawaban. Dalam pernyataan resminya MMKSI mengatakan, "Untuk dapat menyediakan Xpander ke banyak konsumen sesegera mungkin, kami telah memutuskan untuk meningkatkan produksi di MMKSI."


Bagi MMKSI, strategi tersebut penting memenuhi permintaan domestik dan pasar luar negeri (ekspor) atas Xpander. Meski di sisi lain, pasar tidak peduli rencana MMKSI, yang penting menawarkan sesuatu yang memuaskan bagi konsumen.

Tetapi dari sisi citra perusahaan, kembalinya impor Pajero Sport patut dipertanyakan, terlebih di tengah pengetatan impor yang tengah digalakkan pemerintah Jokowi demi menekan defisit transaksi.

Terlepas dari rencana MMKSI, melihat torehan penjualan Pajero Sport beberapa bulan terakhir terbilang cukup baik. Selama semester I 2018, Pajero Sport sukses mengganjal laju Toyota Fortuner dalam persaingan kelas SUV medium di Indonesia.

Enam bulan pertama tahun ini, Pajero Sport berada di atas angin setelah mobil itu sukses terdistribusi sebanyak 11.021 unit berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Sementara Fortuner berhenti di angka 9.072 unit, Honda CR-V 5.360 unit, serta Isuzu MUX 253 unit.

Angka tersebut sekaligus mengangkat derajat Mitsubishi karena tahun sebelumnya Pajero Sport 'ditekuk' rival utamanya, Fortuner.

Lihat saja semester pertama 2017, wholesales (penjualan dari pabrik ke dealer) Mitsubishi hanya mengemas 8.468 unit dan Fortuner unggul dengan perolehan 11.097 unit. Lalu jumlah keseluruhan pada 2017 penjualan Pajero Sport 18.578 unit, kemudian Fortuner jumlahnya 23.761 unit.

Di tengah pencapaian positifnya, Mitsubishi kembali menelan pil pahit pasca merealisasikan keputusan untuk kembali menjual Pajero Sport 'made in Thailand' di Indonesia.

Hal ini pun ditegaskan Mitsubishi melalui Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin Putu Juli Ardika yang menjelaskan bahwa kembali mengimpor Pajero Sport dilakukan tidak sampai setahun, tidak seperti Nissan Motor Indonesia dan Isuzu Astra Motor Indonesia yang tetap memilih impor Terra dan mu-X dari Thailand.

Dalam hal ini konsumen di Indonesia 'dipaksa' berpikir rasional apa yang dilakukan Mitsubishi, yaitu memperjuangkan kendaraan yang segmennya paling diminati oleh konsumen di dalam negeri, apalagi kalau bukan Xpander.

"Kami berkonsultasi dengan pemerintah untuk dapat melakukan impor sementara Pajero Sport dari Thailand dan menggunakan lini produksinya untuk memproduksi Xpander," sebut MMKSI.

Harga Tetap Kompetitif

Toyota Fortuner dijual mulai Rp471,85 juta- Rp663,95 juta dan pemain baru Nissan Terra dilego lebih murah Rp464 juta- Rp661 juta, Mitsubishi Pajero Sport dijual Rp464 juta hingga Rp672 juta.

Keputusan Mitsubishi dipastikan tak akan memengaruhi harga jual Pajero Sport di Indonesia. MMKSI bisa memaksimalkan kerja sama perdagangan dan ekonomi di wilayah ASEAN, Asean Free Trade Area (AFTA) yang isinya berupa pengurangan tarif impor turun menjadi 5 persen hingga 0 persen.

Tak ada alasan bagi MMKSI untuk mengkerek harga jual Pajero Sport. Namun balik lagi keputusan ada di pihak MMKSI. Asal jangan berlebihan yang justru memberatkan konsumen. (mik)


BACA JUGA