Facebook juga dinilai telah secara agresif menahan pengguna untuk membatasi cara perusahaan membagikan datanya.
"Facebook telah menyesatkan pengguna untuk mendaftar tanpa memberitahukan mereka dengan segera dan berkecukupan tentang bagaimana data yang mereka berikan akan digunakan untuk kepentingan komersial," ujar AGCM dalam pernyataannya, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (8/12).
AGCM juga menilai perusahaan tidak memberitahu pelanggannya dengan jelas tentang motif untuk mendapatkan imbalan yang mendasari penyediaan layanan sosial, dengan hanya menekankan bahwa layanan yang diberikan gratis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, Facebook telah berulang kali menegaskan bahwa perusahaan tidak menjual data pengguna.
Sebelumnya, Facebook telah menerima banyak kritikan terkait penyalahgunaan data pengguna, dan penyalahgunaan itu berpengaruh ke hasil pemilihan umum. Tak ayal, banyak pihak yang meminta agar perusahaan yang didirikan oleh Mark Zuckerberg itu diatur oleh otoritas.
Lihat juga:Susul Hangouts, Google Suntik Mati Allo |