Pertamina Tunjukan Konsep SPLU di Dalam SPBU

CNN Indonesia | Senin, 10/12/2018 18:17 WIB
Pertamina Tunjukan Konsep SPLU di Dalam SPBU Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU). (Foto: Dok. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Konsep Green Energy Station (GES) dari Pertamina yang berarti ada Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) di dalam Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) diapresiasi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

Walau begitu, Jonan ingin Pertamina memperhatikan tata letak dua jenis stasiun itu yang ditujukan untuk kendaraan berteknologi berbeda. Jonan mengatakan meski berada di satu area, posisi SPLU harus terpisah dari SPBU.

Alasan Jonan, SPLU dan SPBU mesti terpisah agar tidak saling ganggu terkait durasi isi ulang energi. Meskipun SPLU sudah memiliki "fast charging", tetap saja dikatakan tidak lebih cepat dari proses pengisian bahan bakar fosil.


"Karena kalau isi full tank misalnya kendaraan besar, paling lama mungkin satu menit. Tapi tidak ada fast charging yang bisa dua menit sampai hari ini. Makanya kalau campur dengan nozel di sini ya menggangu, ini saran saya," kata Jonan saat menghadiri peresmian GES di Jakarta, Senin (10/12).

Proyek Percontohan

Rancangan GES pertama diterapkan di SPBU Pertamina 31.129.02 yang terletak di kawasan Kuningan, Jakarta. GES disebut pilot project (proyek percontohan) konsep stasiun pengisian untuk kendaraan listrik yang dikembangkan Pertamina.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan ada tiga konsep utama GES, yaitu Green yang berarti SPBU mempunyai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Future yang artinya memiliki SPLU, dan ketiga Digital berdasarkan proses pembayaran non-tunai MyPertamina.

GES di SPBU Kuningan memiliki empat unit pengisian listrik, dua tipe fast charging yang dikatakan mampu mengisi penuh baterai di bawah 15 menit dan dua tipe normal.

GES juga merupakan buah kerjasama beberapa instansi pemerintahan selain ESDM, yakni Kementerian BUMN, Kementerian Perindustrian, Telkom dan PLN. Selain itu lembaga pendidikan dan pelaku industri misalnya BMW, Toyota, Mitsubishi, Gesits, dan Bosch juga termasuk di dalamnya.

"Suatu kebanggaan bagi kami dimana quick charger Mitsubishi Motors dapat menjadi bagian dari pilot project fasilitas pengisian daya di Indonesia," kata Director of Coordination & Development Division Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indoneaia (MMKSI) Ogi Ikematsu.

Sebelum Pertamina, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) juga sudah membuat stasiun pengisian listrik umum dengan teknologi fast charging. Ada dua lokasi tempat pengisian listrik milik BPPT, satu di Jakarta dan satunya lagi ada di Serpong, Tangerang. (ryh/fea)