Pelarangan ini dilakukan karena pengadilan China menganggap beberapa model iPhone lawas telah melanggar paten Qualcomm. Pelarangan ini kian mempertajam konflik hak paten antara Apple dan Qualcomm. Pelanggaran ini terkait dengan kemampuan mengedit foto dan fungsi menyapu layar sentuh.
Keputusan itu dibuat Senin (10/12) oleh Pengadilan Tinggi di Fuzhou, China. Pengadilan menyelesaikan sengketa paten smartphone yang rumit selama dua tahun untuk investor Apple dan para analis. Pengadilan memutuskan untuk melarang penjualan iPhone X, 8, 7, dan 6.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain mendaftarkan kasus pelanggaran paten di China, Qualcomm juga menuntut Apple di pengadilan di Munich dan Mannheim, Jerman dan di Komisi Perdagangan Internasional di Washington.
"Apple pada akhirnya harus datang berunding dengan Qualcomm," jelas Timothy Lesko, seorang manajer investasi di Granite Investment Advisors, seperti dikutip Bloomberg.
Pada Desember 2011, Motorola memenangkan kasus di Jerman yang menyebabkan pelarangan penjualan sejumlah model iPhone dan iPad. Putusan ini terasa efeknya pada Februari 2012 dimana Apple menarik perangkatnya dari Apple Store disana.
Sejauh ini, pengadilan di Jerman menolak untuk mengambil keputusan serupa seperti China. Di Amerika serikat hakim perdagangan menyarankan untuk mencabut larangan impor Apple meski ia melanggar paten Qualcomm.
Keputusan peradilan di China tidak berlaku untuk iPhone teranyarnya, iPhone XS, XS Max, dan XR. Sebab ponsel-ponsel ini belum ada di pasaran ketika kasus ini dibukukan ke pengadilan. Apple pun menyebut bahwa ponselnya itu masih dijual di China, seperti dilaporkan The Wall Street Journal. (eks/eks)