Facebook mengatakan mayoritas akun tersebut berhasil dihapus karena penerapan kecerdasan buatan (AI) untuk melacak dan mengidentifikasi akun-akun bodong.
"Sekitar 99,6 persen dari akun palsu tersebut dihapus secara proaktif bahkan sebelum ada yang melaporkan kepada kami. Jadi sistem kami cukup kuat dan kami terus belajar dan kami terus berupaya menemukan cara baru untuk menghapus akun palsu," kata Politics and Government Outreach Facebook APAC Roy Tan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Facebook Rekrut Ahli dan Periset Blockchain |
Atau perilaku di kolom komentar yang tidak selayaknya perilaku manusia. Misalnya penggunaan kata yang terlalu kaku dan berulang-ulang.
"Kami menggunakan AI dan human reviewer. Kami AI yang mampu menjelajahi platform kami ratusan juta kali dalam satu detik. Dan ketika kita melihat akun palsu, kami akan menghapus itu," ujar Tan.
Tan meyakini para akun-akun palsu tersebut juga sering menyebarkan berita atau konten hoaks. Oleh karena itu perang dengan akun palsu ini juga akan mengurangi penyebaran berita hoaks di Facebook. (jnp/evn)