Dalam blognya Twitter menyebut bahwa mereka menemukan lalu lintas yang mencurigakan dari forum dukungan pelanggan. Twitter menyebut mereka tengah menyelidiki adanya bug yang menyebabkan terbukanya data pengguna berupa kode telepon dari negara pengguna dan detil mengenai akun yang terkunci. Menurut Twitter, bug ini telah diperbaiki per 16 November lalu.
Twitter mengamati membanjirnya lalu lintas ke situs layanan pelanggan berasal dari alamat IP pribadi dari China dan Arab Saudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Akun Bot Diduga Serang 'Venom' di Dunia Maya |
Juru bicara perusahaan menolak untuk mengomentari soal saham Twitter yang mencatat penurunan terburuk mereka lebih dari dua bulan belakangan. Analis Wedbush, Michael Pachter, menuduh kalau pengumuman soal adanya peretasan ini meningkatkan kekhawatiran pengguna dan melukai pertumbuhan perusahaan.
Peretas menyembunyikan instruksi di cuitan meme yang diam-diam memerintahkan perangkat untuk mengirimkan informasi, termasuk nama pengguna, gambar, dan konten lainnya. Twittwer menolak berkomentar atas laporan Trend Micro ini. (reuters/eks)