Salah satunya adalah aplikasi reservasi melalui aplikasi untuk lokasi penziarah dan wisatawan yakni gereja yang diyakini tempat Yesus lahir. Aplikasi ini akan diperkenalkan awal tahun depan dan bertujuan untuk memastikan aliran reguler wisatawan di Gereja Kelahiran Yesus.
Pasalnya, pada jam sibuk, pengunjung bisa menunggu hingga berjam-jam untuk melihat gua bawah tanah di mana dipercayai Yesus dilahirkan di palungan. Namun, rincian aplikasi yang akan dibuat dalam bahasa Inggris tersebut masih dikerjakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun ada kekhawatiran kunjungan bisa menjadi rumit, ketiga gereja yang berbagi kendali atas situs tersebut yakni Katolik, Ortodoks Yunani, dan Gereja Armenia mengatakan aplikasi seperti itu diperlukan.
Gereja pertama dibangun di situs tersebut pada abad keempat, meskipun itu diganti setelah kebakaran pada abad keenam. Mosaiknya baru-baru ini dipulihkan dalam proyek besar. Wakil Menteri Pariwisata Palestina Ali Abu Srour mengatakan aplikasi itu juga akan memberikan informasi tentang gereja.
"Kami akan hadapi permasalahan ini dengan solusi digital," katanya kepada kantornya di Bethlehem.
Barbora Salyova, seorang turis berusia 29 tahun yang mengunjungi Israel dan Yordania dari Slovakia, mengatakan bahwa aplikasi ini dapat berguna bagi para peziarah seperti dirinya.
"Ini adalah langkah yang pasti kami rencanakan," katanya.
Lihat juga:10 Hoaks Paling Berdampak pada 2018 |
Kementerian telah menjangkau wisatawan baru di lokasi di seluruh dunia, katanya.
Israel juga menikmati rekor angka pariwisata dan banyak pengunjung melakukan perjalanan ke Bethlehem dan situs Tepi Barat lainnya dari Tel Aviv,Yerusalem dan tempat lain di negara Yahudi. (age)