Tips Otomotif

Kurangi Aktivitas Berkendara Malam Hari di Tol Trans Jawa

CNN Indonesia | Sabtu, 22/12/2018 11:59 WIB
Kurangi Aktivitas Berkendara Malam Hari di Tol Trans Jawa Tol Trans Jawa. (Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tol Trans Jawa telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, Kamis (20/12). Sebanyak 7 ruas tol di Jawa Tengah dan Jawa Timur menyambungkan Jakarta - Surabaya.

CNNIndonesia.com yang hadir di acara peresmian menemukan minimnya pencahayaan saat menjajal ruas tol Ngawi-Kertosono-Kediri Segmen Wilangan-Kertosono. Tentu saja apabila kondisi lampu depan mobil tidak baik, maka akan membahayakan pengendara yang hendak menggunakan tol sepanjang 37,9 Km ini.

Pendiri dan Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Palubuhu menyarankan bahwa agar pengemudi mengurangi aktivitas mengendarai mobil pada malam hari di tol Trans Jawa. Langkah preventif ini dilakukan agar pengendara bisa mencegah bertambahnya risiko kecelakaan akibat terbatasnya visibilitas.


Menurut Jusri, kondisi berkendara di malam hari minim pencahayaan membuat kemampuan mata dalam menangkap objek berkurang.

"Sistem pencahayaan penerangan jalan lebih buruk di malam hari daripada siang. Kalaupun ada lampu penerangan juga pasti gelap di malam hari. Konteks safety driving tidak ada pengecualian, kalau malam itu berhenti," kata Jusri ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (20/12).

Justri menambahkan bahwa jam biologis atau ritme sirkadian tubuh memang secara alamiah mengartikan malam hari sebagai waktu istirahat tubuh.

"Jam biologis itu ditakdirkan Tuhan bahwa malam hari kondisi akan menurun. karena oksigen juga mengecil. Sistem pencahayaan atau visibilitas jadi menurun," ujar Jusri.

Jusri menegaskan jika kondisi lalu lintas pada malam hari yang sepi juga membuat otak akan berpikir monoton, sehingga menyebabkan rasa bosan yang berujung ke rasa kantuk.

Ia memastikan banyak pengemudi yang mengalami hal-hal sama dengan ketiga poin tadi. Hal itu berpotensi bahaya dan akan meningkatkan risiko kecelakaan di jalan tol.

"Jadi dari keempat poin itu dari segi safety riding malam hari tidak disarankan," ucap Jusri.

Kendati demikian apabila pengemudi terpaksa berkendara pada malam hari di jalan tol dengan alasan tertentu, Jusri menyarankan agar tidak memacu kendaraan lebih dari 80 kpj guna menghindari risiko kecelakaan.

"Kalau misalnya kecepatan ideal di rute sampai 80 kilometer per jam. Kecepatan harus di bawah itu, bisa 70 kilometer per jam atau 60 kilometer per jam," imbuh Jusri.

Jalan Tol Trans Jawa memiliki panjang 736,59 km. Tol tersebut dimulai dari Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Batang-Semarang, Semarang-Solo, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, Kertosono-Mojokerto, Mojokerto-Surabaya, Gempol-Pasuruan, Pasuruan-Probolinggo dan Probolinggo-Banyuwangi. (jnp)