KEJADIAN FENOMENAL 2018

PCX Hybrid, Sang Fenomenal dari Sunter

CNN Indonesia | Jumat, 28/12/2018 14:11 WIB
PCX Hybrid, Sang Fenomenal dari Sunter Honda PCX Hybrid. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Astra Honda Motor (AHM) bikin gebrakan di tengah hiruk pikuk program kendaraan listrik yang lagi digarap pemerintah, yaitu meluncurkan sepeda motor berteknologi hybrid berbasis PCX. PCX Hybrid telah resmi diluncurkan pada Juli 2018.

Produk ini fenomenal sebab diklaim sebagai motor hybrid produksi massal pertama, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia.

Menengok ke belakang, PCX Hybrid sebetulnya bukan barang baru. Prinsipal Honda di Jepang sudah memperkenalkan versi konsepnya di Tokyo Motor Show 2017, kurang lebih satu tahun sebelum meluncur di Tanah Air.


Pengenalan konsep PCX Hybrid di Jepang juga berbarengan dengan konsep PCX EV (Electric Vehicle) yang menggunakan teknologi murni listrik. PCX EV juga dijanjikan meluncur di Indonesia, namun bisa dipahami bila AHM menunggu regulasi dari pemerintah soal kendaraan listrik terbit lebih dulu.

PCX Hybrid merupakan produk buatan dalam negeri yang diproduksi di pabrik Honda di Sunter, Jakarta Utara. Perakitannya mungkin tidak begitu sulit karena dilakukan di jalur produksi PCX yang sudah dirakit lokal, namun bisa dikatakan AHM nekat menjadi pionir karena pasar kendaraan hybrid belum jelas.

PCX Hybrid memiliki emblem khusus "Hybrid" yang sama seperti mobil Honda. Emblem itu juga jadi penanda skutik yang menggendong mesin bensin dan baterai ini harganya lebih mahal dari versi biasa.

AHM melego PCX hybrid Rp40,3 juta atau lebih mahal Rp12,5 juta ketimbang PCX konvensional tipe terendah, Rp27,8 juta.

Walau mahal, AHM pernah mengungkap optimistis harga tersebut tidak akan dipermasalahkan konsumen. Menurut mereka loyalis sudah menanti gebrakan Honda ini tanpa garuk kepala soal angka.

Sekali pandang, PCX Hybrid mungkin tak terasa beda dari PCX konvensional. Namun bila dilihat saksama, PCX Hybrid punya lis lampu biru di bagian depan, panel meter digital baru yang menampilkan mode hybrid dan indikator baterai, serta satu tombol di batang kemudi untuk mengaktifkan mode hybrid.

Inti jantung pacu PCX Hybrid sama seperti model konvensional, yaitu mesin bensin 149,3 cc. Mesin itu dikombinasikan dengan baterai MF tipe 12 volt 3 Ah plus lithium-ion tipe 50.4 v-4 Ah yang menyuplai tenaga ke motor assist.

Posisi baterai Honda PCX Hybrid berada di bawah jok yang mengurangi kapasitas bagasi. (Foto: Rayhand Purnama)

PCX Hybrid buat "ngebut"

Perlu kita sadari, teknologi baru pada PCX Hybrid bukan ditujukan untuk main irit-iritan melainkan buat performa. Motor assist fungsinya menyuplai tenaga tambahan ke mesin untuk akselerasi.

Di atas kertas, cara kerja itu memang bisa memangkas konsumsi bahan bakar, namun peningkatannya cuma naik tipis. Klaim AHM, PCX Hybrid hanya lebih irit dua sampai tiga persen dibanding model konvensional.

Saat mode hybrid aktif, biker bisa merasakan dorongan tenaga tambahan sekitar 30 persen. Asupan ini berguna untuk menggerakan motor dari posisi diam atau ketika ingin mendahului kendaraan lain.

Tenaga kombinasi PCX Hybrid menyemburkan 14,4 tenaga kuda pada 8.500 rpm dan torsi maksimal 13,2 nm pada 6.500 rpm.

Baterai PCX Hybrid disebutkan hanya mampu bertahan paling lama empat tahun, berkaitan dengan cara pakai pemilik. Jika sudah baterai bisa diganti dengan harga Rp7 juta.
(ryh/fea)