Pada CES 2019, raksasa Korea Selatan LG meluncurkan televisi ultra HD yang bisa digulung dan dibentangkan kembali sesuai kebutuhan.
"Hal ini membawa kebebasan untuk merancang tempat tanpa terbatas oleh tembok," jelas Senior Vice President of Marketing LG, David VanderWaal, seperti dikutip AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Layar tv LG ini bisa digulung ke bagian bawah televisi jika sedang tak digunakan (REUTERS/Steve Marcus) |
Selain itu, startup teknologi asal China, Royole juga menampilkan smartphone lipat pertamanya, FlexiPai. Ponsel yang sudah dijual sejak Desember lalu ini bisa dilipat sehingga bisa dimasukkan ke saku. Ketika ponsel dibuka, maka layarnya punya tampilan lega bak tablet. Ponsel lipat ini dijual seharga Rp18,3 juta (US$1300; kurs Rp14.148).
Lihat juga:Ponsel Lipat Samsung Dipamerkan di AS |
"Kami melihatnya sebagai antarmuka manusia-mesin generasi berikutnya [...] Ini akan menjadi cara untuk menghubungkan segalanya," jelas Liu.
Selain Royole, Samsung mengumumkan ponsel lipat mereka Galaxy F pada November lalu. Huawei juga kabarnya akan menyusul untuk meluncurkan ponsel lipat pada 2019.
Ponsel lipat Galaxy F Samsung yang diumumkan November 2018 (REUTERS/Stephen Lam) |
Selain ditempel ke tas, Royole juga menampilkan bagaimana layar AMOLED 7,8 inci ini ditempel pada bodi smart speaker yang melengkung dengan sudut 100 derajat, seperti ditulis Cnet.
Selain layar yang bisa ditekuk, Royole juga memamerkan kibor yang bisa digulung. Untuk menggunakannya, pengguna tinggal menarik lembaran kibor dari tempatnya dan menaruhnya dipermukaan keras, menghubungkan dengan bluetooth ke perangkat, dan mulai mengetik.
Royole dan LG adalah dua perusahaan yang memamerkan teknologinya sebelum CES dimulai pada 8-11 Januari di Las Vegas. (eks/eks)
Layar tv LG ini bisa digulung ke bagian bawah televisi jika sedang tak digunakan (REUTERS/Steve Marcus)
Ponsel lipat Galaxy F Samsung yang diumumkan November 2018 (REUTERS/Stephen Lam)