Remaja 20 Tahun Dalang Kebocoran Data Merkel & Pejabat Jerman

CNN Indonesia | Rabu, 09/01/2019 06:50 WIB
Remaja 20 Tahun Dalang Kebocoran Data Merkel & Pejabat Jerman Ilustrasi peretasan data. (Foto: REUTERS/Kacper Pempel)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Jerman berhasil menangkap tersangka pelaku pencurian data ratusan polikus Jerman termasuk Kanselir Angel Merkel.

Data yang dicuri mencakup alamat rumah, nomor ponsel, surat, faktur pajak, dan salinan dokumen identitas yang kemudian dipublikasikan secara daring (online).

Tersangka yang berusia 20 tahun pertama kali merilis data-data tersebut melalui Twitter pada Desember lalu. Akan tetapi, penyebarannya semakin cepat pada Minggu (6/1) lalu.


"Kantor kejaksaan di Frankfurt, Kantor Pusat untuk Memerangi Internet dan Computer Crime and the Federal Police Office (BKA) menggeledah apartemen seorang tersangka berusia 20 tahun pada 6 Januari dan membawanya ke tahanan," tulis BKA dalam sebuah pernyataan.

Dilansir AFP, diperkirakan ada seribu orang yang terdampak diantaranya anggota majelis rendah di parlemen dan parlemen Eropa termasuk majelis regional dan lokal.

Para deputi dari semua partai yang diwakili di Bundestag menjadi sasaran dengan pengecualian Alternatif sayap kanan untuk Jerman (AfD), kelompok oposisi terbesar di parlemen.

Penyelidik dan Kementerian Dalam Negeri mengatakan meski kebocoran tersebut tersebar luas, tidak ada bukti bahwa informasi sensitif sampai ke publik.

Kasus ini dianggap sangat memalukan bagi para elit politik Jerman. Disamping itu, kasus ini juga memberikan tekanan kepada Menteri Dalam Negeri Horst Seehoger.

Selain politikus, kasus ini juga mengungkap data pribadi selebritas dan jurnalis. Data pribadi yang bocor termasuk obrolan dan pesan suara dari pasangan dan anak-anak dari para selebritas dan jurnalis. Informasi tersebut berasal dari media sosial dan data "cloud" pribadi.

Akun Twitter @ _0rbit menerbitkan tautan berisi data informasi setiap hari pada Desember lalu. Setiap tautan memiliki informasi baru yang disembunyikan.

Kini, Twitter menangguhkan akun yang baru dibuka pada pertengahan 2017 dan konon memiliki lebih dari 18 ribu pengikut. (jnp/evn)