Tips Otomotif

Ojol juga Manusia, Perlakukan Motor Seperti Pasangan Hidup

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 13/01/2019 12:10 WIB
Ojol juga Manusia, Perlakukan Motor Seperti Pasangan Hidup Sepeda motor harus diperlakukan seperti pasangan hidup sebagai pemberi semangat untuk mencari nafkah halal setiap hari. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setiap komponen atau suku cadang pada sepeda motor perlu perawatan agar tidak menyusahkan di kemudian hari. Pada dasarnya motor harus diperlakukan seperti pasangan hidup sebagai pemberi semangat untuk mencari nafkah halal setiap hari.

Hal ini juga dirasakan para pengemudi ojek online (ojol) yang setiap jam bergulat dengan aspal. Mereka punya trik khusus untuk mencegah kerugian dan selalu tetap mengedepankan keselamatan dalam mengantar penumpang. Di antaranya mitra Grab, Deni yang ditemui CNNIndonesia.com di sekitar halte Trans TV.

Ia mengaku komponen pada motornya yang rutin diganti adalah ban. Pergantian ban biasa ia lakukan setiap 6-7 bulan sekali. Menurutnya kondisi ban harus tetap baik terlebih untuk bergerak di jalan basah.


"Ban harus diperhatikan kembangnya, jika sudah 'botak' harus dan ganti, dan ban itu krusial," kata Deni.

Deni juga memperhatikan kondisi kampas rem motornya, isi pelumas mesin dan beberapa komponen penting lainnya seperti lampu. Deni menegaskan bahwa motor harus mendapat perhatian khusus untuk meningkatkan keselamatan pengemudi ojol dan penumpangnya.

Sementara itu, Abdul Mukim punya cerita bahwa selama menjalankan tugas sebagai pengemudi ojol, ia kerap memperhatikan pelumas mesin. Abdul tak segan-segan menguras pelumas mesin motornya setiap dua minggu sekali.

Bagi Abdul, aktivitasnya sebagai ojol yang sering beredar melayani konsumen bisa menyebabkan mesin motor bekerja terlalu berat. Pada kondisi itu pelumas mesin harus terus dalam kondisi baik.

"Saya si ganti oli di bengkel pinggir jalan saja mas, biasanya pakai oli yang harganya Rp30 ribu sampai Rp40 ribuan" kata Abdul.

Setiap sopir ojol memiliki masalah berbeda pada motornya. Sebelum mengalami kerusakan dan membahayakan keselamatan jiwa, pengemudi ojol tidak punya pilihan langsung mengunjungi bengkel terdekat.

Pengalaman warga lain yang menikmati sebagai pengemudi ojol adalah Sugiarto. Dijelaskan Sugiarto supaya bisa menjaga semangat mencari nafkah menggunakan sepeda motor adalah memperhatikan tunggangannya sendiri. Selain memperhatikan kampas rem, ia juga sangat perhatian dengan pelumas mesin motor kopling yang ia pakai sehari-hari untuk mengantar konsumen.

"Pelumas yang rutin diganti. Mengganti oli setiap jarak tempuh 2.000 atau 2.500 km," tutup sugiarto. (ham/mik)