Seiring dengan perkembangan kendaraan, rem tangan dibuat dalam berbagai versi salah satunya rem parkir elektrik alias electronic parking brake (EPB). Rem parkir elektronik terdiri dari komponen mekanikal dan elektronika yang berfungsi sebagai penahan kendaraan.
Rem parkir elektronik muncul pada medio 2001 melalui berbagai produsen mobil seperti Audi, BMW, Jaguar, Renault, Volkswagen, Land Rover, Mercedes-Benz, dan sejumlah pabrikan otomotif lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Letak rem tangan elektrik umumnya di konsol tengah huruf P. Ada juga yang meletakkannya di sekitar leher roda kemudi. Cara mengaktifkan rem tangan elektronik cukup mudah, tekan bila ingin sistemnya bekerja dan 'congkel' untuk menonaktifkan.
Rem tangan jenis ini punya kelebihan lain, yakni dapat melepas rem tanpa harus menekan atau mencongkel tombol.
Mengutip Parkers, pada beberapa model mobil, rem tangan elektrik dapat bekerja otomatis saat pengemudi menginjak pedal gas.
Lihat juga:Mengenal Jejak Sejarah Antena Mobil |
Mobil bakal meminta penggunanya menonaktifkan rem tangan elektronik secara manual saat mesin mobil pertama hidup atau setelah transmisi masuk ke gigi mundur. Perlu diketahui juga rem tangan terus akan mengunci roda jika pengemudi tidak mengenakan sabuk pengaman atau salah satu pintu terbuka. Tujuannya untuk keselamatan penghuni kabin.
Tuas rem tangan yang diandalkan untuk olahraga drifting. (Foto: Istockphoto/lzf) |
Untuk menunjang mobil drift, biasanya konsumen mencari sistem rem tangan konvensional yang sistemnya begitu responsif untuk mengunci roda belakang. Di mana saat tuas rem tangan ditarik, kabel yang terhubung pada kampas tromol atau cakram belakang langsung menjepit kuat, dan merilis begitu tidak dibutuhkan lagi.
Lihat juga:Evolusi Bumper Mobil dari Masa ke Masa |
Tuas rem tangan yang diandalkan untuk olahraga drifting. (Foto: Istockphoto/lzf)