Jangkau Pelosok, Avanza Baru Bidik Penjualan 7.500 Unit/Bulan

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 16/01/2019 09:00 WIB
Jangkau Pelosok, Avanza Baru Bidik Penjualan 7.500 Unit/Bulan Toyota Avanza 2019 diluncurkan di Jakarta pada Selasa (15/1). (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak bisa dipungkiri Toyota Avanza menjadi low multi purpose vehicle (LMPV) terlaris di Indonesia sejak resmi dipasarkan pada awal 2004 hingga saat ini sudah terjual lebih dari 1,7 juta unit.

Dalam catatan PT Toyota-Astra Motor (TAM) sepanjang 2018, Avanza menorehkan angka penjualan 82.167 unit. Avanza pun mampu membuat pangsa pasar Toyota secara nasional pada 2018 sebesar 31 persen.

Direktur Pemasaran TAM Anton Jimmy mengungkap bahwa volume penjualan wholesales Avanza dan Veloz 2019 ditargetkan mencapai sekitar 7.000 hingga 7.500 unit per bulan. Kontribusi Avanza model baru pun diharapkan mencapai 30 persen pangsa pasar di segmen LMPV.


Faktor utama yang membuat Toyota lebih percaya diri adalah karena perubahan yang terjadi pada Avanza. Faktor kedua yang memengaruhi Toyota untuk memasang target cukup tinggi adalah tak ada kenaikan harga pada Avanza dan Veloz baru.

"Tahun lalu di angka 6.500 hingga 6.900 unit. Bahkan sampai akhir Desember 2018 kemarin saja masih bisa 9.000-an unit," kata Anton ketika ditanya CNNIndonesia.com di acara peluncuran Avanza dan Veloz baru di Jakarta, Selasa (15/1).

Meskipun penjualan Avanza dan Veloz model baru menyumbang terhadap pendapatan Toyota Indonesia, namun pihaknya tak mau berpuas diri. Sebab 'pekerjaan rumah' yang mereka hadapi adalah mempersingkat waktu tunggu konsumen (inden).

Anton menjelaskan bahwa TAM sudah mulai membuka keran inden per Selasa (15/1). Ia mengakui sudah cukup banyak konsumen yang tertarik dengan MPV 'murah' andalan Toyota jauh sebelum waktu peluncuran. Bahkan Toyota telah mengantongi nama-nama calon konsumen Avanza dan Veloz baru.

"Sudah mulai produksi (Avanza) dan inden sekitar 1 bulan, tapi itu tentatif tergantung pesanan konsumen seberapa banyak setelah resmi diluncurkan. Kami sudah mengantongi nama dan tinggal follow up untuk jadi surat pemesanan kendaraan (SPK)," ucap Anton.

Wakil Presiden Direktur PT TAM Henry Tanoto memiliki keyakinan bahwa Toyota Avanza dan Veloz model baru tetap digemari konsumen di Indonesia. Sebab ubahan yang terjadi pada Avanza dan Veloz, diakui Henry, sudah berdasarkan keinginan konsumen.

"Jadi sebenarnya kalau kami lihat ini sebenarnya kelanjutkan usaha kami untuk mendekati konsumen. Kalau kami lihat dari hasil survei, (konsumen butuh) suatu kendaraan yang andal, value for money, konsumen di sini (segmen low MPV) butuh kendaraan yang tak ribet. Avanza digunakan di setiap lapisan masyarakat dari Sabang sampai Merauke," tutup henry. (mik)


BACA JUGA