Presiden Prancis Disebut Setuju Wacana Merger Renault-Nissan

AFP, CNN Indonesia | Senin, 21/01/2019 10:53 WIB
Presiden Prancis Disebut Setuju Wacana Merger Renault-Nissan Salah satu mobil masa depan Nissan IMX. (Foto: REUTERS/Steve Marcus)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Prancis disebut setuju dengan wacana menggabungkan dua pabrikan otomotif, Renault dan Nissan. Dikabarkan bahwa Prancis telah mengirim delegasi ke Tokyo pada pekan lalu bertemu dengan pejabat pemerintah Jepang untuk membahas masa depan aliansi kedua perusahaan.

Dalam delegasi tersebut dikabarkan telah dihadiri oleh Martin Vial -direktur Renault yang ditunjuk oleh Pemerintah Prancis-, seperti dilaporkan media Jepang Kyodo News. Media itu juga melaporkan, wacana merger Renault-Nissan telah disetujui oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron, mengutip AFP, Senin (21/1),

Sejauh ini Renault mengantongi 43,4 persen saham Nissan, dan Nissan menyimpan 15 persen saham Renault. Jika kedua perusahaan itu resmi bergabung, diyakini keduanya akan berada dalam satu payung sebuah perusahaan holding.


Kesepakatan antar dua perusahaan otomotif ini akan mencetak sejarah sebagai penggabungan dua perusahaan terbesar di dunia.

Usaha merger terus dilakukan termasuk melibatkan Menteri Ekonomi Prancis Bruno Le Maire untuk membahas lebih jauh masa depan merger dua perusahaan tersebut.

Juru bicara Kementerian Ekonomi Prancis yang dihubungi enggan berkomentar terkait pemberitaan itu.

Kendati demikian komentar Bruno Le Maire yang dibuat untuk surat kabar Le Journal du Dimanche (JDD), yang diterbitkan pekan lalu mengatakan, "Restrukturisasi saham, perubahan kepemilikan saham antara Renault dan Nissan tidak ada laporannya," kata Le Maire.

Di Balik Penangkapan Carlos Ghosn

Wacana merger Renault-Nissan ini disebut-sebut menjadi alasan penangkapan Carlos Ghosn di Tokyo pada Senin (19/11). Ghosn yang menjadi perpanjangan tangan pemerintah Prancis dan Renault dianggap memegang peranan penting dalam rencana merger Renault dengan Nissan.

Ghosn pun ditangkap dan menerima beberapa tuduhan yang menurutnya tidak ada alasan untuk menangkap dirinya.

"Saya telah tertuduh dan ditahan secara tidak adil atas tuduhan yang tidak mendasar," kata Ghosn saat membaca catatan pernyataannya.

Pria berusia 64 tahun itu telah mendekam di penjara selama lebih dari 2 bulan. Sedangkan rekan Ghosn, mantan direktur Nissan Greg Kelly bebas bersyarat. Kelly dibebaskan pada Selasa (25/12) malam. (mik)




BACA JUGA