Pertanyaan ini yang coba dijawab oleh mantan kepala Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) Chris Hadfield kepada Popular Science. Salah satu risiko terbesar yang membuat astronaut meregang nyawa yakni ketika sedang berjalan di luar angkasa (spacewalk).
"Skenario terburuk [astronaut bisa mati], sesuatu bisa terjadi saat melakukan spacewalk," ucap Hadfield dalam wawancara dengan Popular Science.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hadfield mengatakan meteorit kecil yang terbang bebas di luar angkasa bisa menyobek kostum astronaut. Padahal, baju ini bukan hanya melindungi dari suhu esktrem, tapi juga menyimpan asupan oksigen.
Setelah terhantam meteoir, menurutnya manusia di luar angkasa hanya punya waktu 15 detik sebelum kekhilangan kesadaran. Sebelum mati membeku karena dekompresi, kandungan air dan darah dalam kulit akan menguap dan diisi dengan udara dalam waktu 10 detik.
Kendati demikian, Hadfield menegaskan hingga saat ini belum ada kru yang meninggal dunia saat sedang bertugas di ISS. Meski NASA tidak memiliki kebijakan resmi untuk menangani kematian astronaut saat di luar angkasa, namun para astronaut teleah dibekali kemampuan dasar jika kondisi terburuk terjadi.
Mengutip Mentalfloss, jika ada kondisi kematian kru maka para astronaut harus mencari tempat penyimpanan mayat, karena tidak ada area khusus untuk itu di ISS. Salah satu tempat yang direkomendasikan yakni tetap disimpan dalam kostum astronaut yang memiliki tekanan udara dan dibawa ke tempat dingin untuk meminimalisir bau. (evn)