Sebelumnya, seorang pegawai Huawei sempat ditangkap di negara itu atas dugaan mata-mata. Huawei lantas memecat karyawan itu dan berusaha meyakinkan bahwa mereka tak terlibat dalam kegiatan mata-mata negaranya.
Sebelumnya, hal ini serupa telah dilakukan beberapa negara lain yang juga menolak menggunakan produk Huawei untuk mengembangkan teknologi 5G mereka, seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, Selandia Baru, Jepang, Prancis, dan Jerman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menahan seorang mata-mata berarti akhir dari pembicaraan," jelas pejabat pemerintah yang mengutarakan hal ini secara anonim. "Saya kira perusahaan China itu tidak akan menggelar 5G di Polandia."
"Saya tentu lebih memilih bekerjasama dengan perusahaan Eropa dan AS ketimbang produsen Asia," jelasnya dalam wawancara dengan situs Polandia money.pl.
Dua minggu lalu, Polandia telah menahan eksekutif Huawei yang diduga melakukan kegiatan mata-mata. Huawei telah memecat pria yang mengaku tidak bersalah itu.
"Kami bekerjasama dengan pemerintah dan rekanan di Polandia untuk meyakinkan pihak otoritas bahwa kami tidak mengancam jaringan negara dan teknologi kami akan membantu meningkatkan konektivitas," jelas Huawei.
Dua percobaan 5G terbesar di Polandia dijalankan di atas teknologi Huawei. Namun hal ini sepertinya akan berubah. Polandia kemungkinan akan membangun konsorsium negara untuk membangun jaringan 5G mereka agar pengeluaran untuk membangun jaringan lebih murah dan negara bisa mendapat keuntungan lebih besar. (eks/eks)