Para pengguna yang diawasi Facebook ini dibayar hingga US$20 atau sekitar Rp280 ribu per bulan untuk mengunduh aplikasi "Facebook Research" di ponsel pintar, seperti diungkap TechCrunch. Facebook membayar pengguna berusia 13 hingga 35 tahun yang menggunakan Android dan iOS Apple untuk ikut dalam proyek penelitian mereka ini.
Aplikasi itu mirip dengan Onavo Protect yang dilarang Apple pada Juni lalu dan disingkirkan dari toko aplikasi pada Agustus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping itu, Facebook juga bisa mengumpulkan data email, pencarian web, dan aktivitas peluncuran situs. Aplikasi ini juga dapat melacak pengguna secara real-time melalui aplikasi pelacakan lainnya yang berada di ponsel pengguna.
Langkah dari Facebook ini berpotensi melanggar kebijakan Apple karena banyak pengguna yang juga mengunduh aplikasi tersebut di Apple. Apple tidak memberi komentar, tapi orang dalam Apple mengatakan pihaknya telah mengetahui permasalahan ini.
Pada 2018, Apple menghapus aplikasi keamanan Onavo Facebook dari App Store karena tidak mematuhi peraturan privasi. Peraturan ini menyatakan sebuah aplikasi "tidak boleh mengumpulkan informasi tentang aplikasi lain yang di-instal pada perangkat pengguna", seperti dilaporkan CNBC. (jnp/eks)