Kakorlantas: Motor Masuk Tol Potensi Tekan Angka Kecelakaan

tim, CNN Indonesia | Kamis, 31/01/2019 14:53 WIB
Kakorlantas: Motor Masuk Tol Potensi Tekan Angka Kecelakaan Ilustrasi motor masuk tol. (Foto: Istockphoto/Filadendron)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wacana jalur khusus motor di tol yang diusulkan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo didukung Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri Inspektur Jenderal Refdi Andri. Usulan tersebut bisa menekan angka kecelakaan sepeda motor.

Mabes Polri mengeluarkan data jumlah kecelakaan selama 2018 berjumlah 103.672 kejadian (naik tiga persen dari 2017) dan 73 persen di antaranya melibatkan motor. Sedangkan jumlah korban meninggal turun 6 persen menjadi 27.910 jiwa.

"Itu malah saya kira angka laka lantas (kecelakaan lalu lintas) bisa menurun," kata Refdi kepada CNNIndonesia.com, Rabu (30/1).


Menurut Refdi motor masuk tol berpotensi meningkatkan keselamatan pengendara dan penumpang karena motor tersedia jalur khusus. Namun untuk menggolkan wacana tersebut, pesepeda motor harus melengkapi dirinya dengan baik untuk memenuhi aspek keselamatan berkendara selain kondisi motor yang laik jalan.

"Makanya saya kira iya (kecelakaan turun) akan seperti itu," ujarnya.

Beberapa tahun lalu kepolisian menolak sepeda motor masuk tol. Menurut Refdi penolakan itu disebabkan infrastruktur tol belum memadai, atau sukar dibuat jalur tambahan khusus untuk motor yang justru berpotensi meningkatkan angka kecelakaan pengguna motor semakin tinggi.

"Karena ruas jalannya belum memadai atau tersedia," ucap Refdi.

Refdi memperhatikan perkembangan penjualan sepeda motor di Indonesia tidak bisa dibendung. Kondisi itu seiring dengan membengkaknya angka kecelakaan sepeda motor.

Jumlah sepeda motor sendiri di wilayah hukum Polda Metro Jaya (Jabodetabek) pada 2018 mencapai 14.871.281 unit, atau naik 752.948 unit dari 2017.

"Karena ya pertumbuhan sepeda motor ini luar biasa dibanding kendaraan lain," imbuh Refdi.

Untuk menekan angka kecelakaan, dijelaskan Refdi bahwa pemerintah harus melakukan gebrakan dengan melibatkan banyak pihak mulai regulator sampai masyarakat pengguna sepeda motor.

"Ya intinya kami mendukung. Tapi mendukung ini artinya untuk motor dibuat lajur tersendiri. Pokoknya mendukung banget," tutup Refdi. (ryh/mik)