Kia Mobil Indonesia Ditinggal Pergi Tim Penjualan

tim, CNN Indonesia | Jumat, 01/02/2019 10:49 WIB
Kia Mobil Indonesia Ditinggal Pergi Tim Penjualan Tim penjualan meninggalkan KMI disebut tak bisa mendapat konsumen dan komitmen dari pihak Kia di Indonesia. (Foto: CNN Indonesia/Muhammad Ikhsan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Isu tak sedap kembali menghampiri Kia Mobil Indonesia (KMI). Agen pemegang merek mobil asal Korea itu dikabarkan 'ditinggal' tim penjualan untuk sejumlah wilayah DKI Jakarta.

Tim penjualan meninggalkan KMI disebut tak mendapat komitmen dari pihak Kia di Indonesia dalam mengarungi ketatnya persaingan industri otomotif di dalam negeri.

General Manager KMI Ridjal Mulyadi yang dihubungi CNNIndonesia.com mengkonfirmasi kabar tim penjualan 'bubar'. Namun kata Ridjal hal tersebut berlaku hanya untuk kawasan DKI Jakarta.


"Itu di Jakarta, dealer Jakarta. Itu memang ada yang menghentikan penjualan tapi mereka tetap melayani servis dan spare part," kata General Manager KMI Ridjal Mulyadi melalui sambungan telepon, Jumat (1/2).

Untuk melayani penjualan wilayah DKI Jakarta, KMI dibantu KIA Mobil Dinamika (KMD). Ridjal belum mengetahui persis jumlah dealer yang membuat keputusan itu.

"Saya belum dapat update-nya berapa dealer yang berhenti jualan. Tapi cabang sendiri sekarang ada di Garuda dan Cinere," ucap Ridjal.

Ridjal menambahkan pihaknya selaku APM sedang mencari rekan bisnis yang tertarik dengan bisnis penjualan retail KIA.

"Makanya kami lagi mau ajak kerja sama lagi pihak lain untuk penjualan, tapi belum putus sih," ujarnya.

Lebih lanjut, Ridjal memaparkan penjualan Kia yang tak signifikan salah satu alasan ditinggal pergi KMD. Kendati demikian, Ridjal memastikan KIA tetap menjalankan bisnis otomotif di Tanah Air.

"Ada konsolidasi baik dari pihak kami maupun dealer. Karena bisnis menurun pasti mereka berhitung ulang. Menguntungkan tidak untuk jualan, itu pertimbangan dan hak mereka," kata Ridjal.

Jaringan resmi KMI yang tersebar di daerah lain seperti Bandung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan lainnya tetap beroperasi seperti biasa, yaitu melayani penjualan, servis dan suku cadang.

"Tidak tutup KIA Mobil Indonesia sebagai APM tidak ada masalah. Tapi kami ada perubahan manajemen," tutup Ridjal. (ryh/mik)


BACA JUGA