Menanti Aksi Menhub Soal Jalur Khusus Motor di Tol

tim, CNN Indonesia | Sabtu, 02/02/2019 13:29 WIB
Menanti Aksi Menhub Soal Jalur Khusus Motor di Tol Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setyadi mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan kajian jalur khusus sepeda motor di tol. (Foto: Istockphoto/Filadendron)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wacana jalur khusus sepeda motor di jalan bebas hambatan (tol) kembali mencuat setelah usulan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo kepada pemerintah.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setyadi mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan kajian jalur khusus sepeda motor di jalan bebas hambatan (tol).

Menurut Budi, kajian itu 'mandek' di Kemenhub. Alasannya pemerintah belum mengizinkan sepenuhnya motor masuk tol.


"(Kajian) sudah sampaikan ke pak menteri. tapi saya kira hanya akan berhenti di pak menteri," kata Budi Setyadi melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Jumat (1/2) malam.

Tidak terealisasi kajian tersebut, menurut Budi juga karena Kemenhub belum punya rencana 'membiarkan' sepeda motor masuk tol, apalagi dalam waktu dekat.

Budi menjelaskan mengusulkan sepeda motor masuk tol tidak bisa instan. Semua harus dipertimbangkan dan melalui studi khusus, terlebih jalan tol yang tersedia khusus roda empat atau lebih.

Hal ini berbeda dengan tol di Bali dan Suramadu yang pada saat pembuatannya memang dirancang untuk dua jenis kendaraan berbeda, yaitu motor dan mobil. Di samping itu, dikatakan Budi, pembuatan tol yang tersedia lajur untuk sepeda motor harus didasari alasan yang kuat.

"Harus beralasan, seperti Surabaya-Madura (Suramadu), masa sepeda motor masuk laut. Kemudian Bali kalau tidak dibuat tolnya, sepeda motor muternya jauh sekali," kata Budi.

Lebih lanjut, Budi menyampaikan pihaknya belum merespons usulan Ketua DPR Bambang Soesatyo yang mewacanakan jalan tol di Indonesia juga untuk sepeda motor. Hingga kini pihaknya belum melakukan diskusi internal dan eksternal untuk membahas hal itu.

Sebelumnya Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri Inspektur Jenderal Refdi Andri mengaku setuju sepeda motor masuk tol. Ia menilai motor masuk tol potensi bisa menekan angka kecelakaan yang melibatkan kendaraan roda dua. (mik)