Pada 31 Januari, AHM meluncurkan PCX Electric di Jakarta kendati regulasi kendaraan listrik dari pemerintah belum terbit. Strategi AHM tidak menjual skuter yang belum diuji tipe itu secara ritel melainkan disewakan ke kalangan tertentu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak yang dipinjamkan YIMM diketahui yaitu Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI), Universitas Pelita Harapan, The Breeze, dan Kebun Raya Bogor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami bukan pabrik baterai, kami harus bekerja dengan rekanan, itu tidak begitu mudah," lanjutnya.
Menurut Morimoto prinsipal Yamaha di Jepang tengah bekerja keras mempersiapkan kendaraan listrik. Disebut hal yang dipelajari bukan hanya soal battery control unit, tetapi juga bodi.
"Kami perlu pergi ke sana, tetapi kadang kami pikir itu masih terlalu dini. Maksud saya soal teknologi," ucap Morimoto.
"Yamaha mengobservasi situasinya, tetapi baterai itu mahal. Kompetitor kami bila menjualnya tentu sangat mahal, tidak bagus dalam hal pemasaran. Banyak faktor, performa dan biaya yang perlu diobservasi," ucapnya pria yang pernah menjabat Executive General Manager Smart Power Vehicles Yamaha selama 3,5 tahun itu.
Sempat ada rumors yang menyebut Yamaha mempersiapkan Nmax berteknologi listrik buat bersaing dengan PCX Electric. Ditanya soal itu, Morimoto mengatakan, "Tidak untuk besok". (fea)