General Manager Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin menjelaskan keputusan ini diambil lantaran minat masyarakat terhadap motor itu menurun.
Menurut pria karib disapa Muhib itu, penurunan penjualan Blade mulai terasa sepanjang 2018.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk suku cadang sendiri kami siapkan hingga tujuh tahun ke depan," kata Muhib.
Data terakhir yang diberikan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) penjualan wholesales (dari pabrik ke dealer) Blade selama Januari-Juni 2018 sebanyak 7.161 unit. Angka tersebut memang berada di bawah penjualan motor bebek Honda lainnya.
Blade mulai dipasarkan di Tanah Air pada 2008. Generasi pertama Blade hanya dibekali mesin 110 cc, namun pada 2014, wujud dan mesinnya mengalami perubahan.
Generasi ketiga sekaligus terakhir ini menggendong mesin 125 berteknologi injeksi, yang juga digunakan Supra X 125. Mesin itu mampu menyemburkan tenaga 10 daya kuda dengan torsi 9,3 Nm. (ryh/mik)