Ketika gambar diunduh, malware akan masuk ke perangkat Android.
Hal ini terjadi setelah mereka mengumumkan adanya lubang kerentanan yang memberikan akses khusus bagi peretas untuk menjalankan kode berbahaya lewat unduhan gambar PNG bagi perangkat Android yang menggunakan Android Nougat, Oreo, dan Pie.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagian terburuknya, orang yang menjadi target tak sadar jika ponsel mereka telah disusupi malware. Serangan ini bisa berakibat fatal tanpa menyebutkan lebih rinci akibat fatal apa yang bisa ditimbulkan. Google juga tak memberikan rincian teknis yang jelas bagaimana file tersebut bisa digunakan untuk membajak Android.
Menurut Google, mereka telah menambal kerentanan ini. Tapi, para pengguna Android masih terancam bahaya peretasan ini jika belum memperbarui Android mereka dengan bersi teranyar yang dikeluarkan bulan Februari ini.
"Masalah ini bisa menimbulkan kerentanan yang serius," jelasnya, seperti dikutip Fortune.
Untuk itu, Kathy menyarankan baiknya Google memperketat kontrol jika ada aplikasi yang akan melakukan pembaruan.
"Sangat sulit menyeimbangkan ekosistem terbuka yang berbasis kontributor melawan proses terkendali yang membutuhkan persetujuan seperti yang dilakukan Apple iOS."
Meski Google telah mengeluarkan tambalan untuk kerentanan ini, tapi sistem operasi Android yang menggunakan ROM pihak ketiga kemungkinan akan mendapat pembaruan yang lebih lama. Misa untuk pengguna MIUI Xiaomi, atau ZenUI Asus. Sebab biasanya sistem operasi modifikasi dari pihak ketiga ini lebih lambat menyesuaikan pembaruan Google pada sistem operasi mereka. (eks/evn)