Jika hingga Rabu (14/2) Opportunity belum memberikan respons, NASA memastikan akan mengambil sikap tegas. Opportunity akan dinyatakan mati permanen jika masih tidak merespons.
Dilaporkan Associated Press, keputusan tersebut diambil setelah NASA mengerahkan berbagai cara untuk menghidupkan kembali Opportunity lewat leih dari 1.000 perintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada, wakil ilmuwan proyek Abigail Fraeman yang berada di dalam pusat kendali NASA mengatakan kematian Opportunity memberikan refleksi terkait misi yang selama ini telah dijalankannya.
Kendati harus menyerah, ketua ilmuwan Opportunity dan Spiriy dari Cornell University Steve Squyres mengatakan badai debu hebat yang menghantam Opportunity merupakan cara terhormat bagi rover ini 'meregang nyawa'.
"Anda bisa kehilangan banyak uang selama bertahun-tahun bertaruh untuk mengoperaikan Opportunity," kata Squyres.
Lihat juga:Menguak Misteri Umur Bumi dan Semesta |
Squyres menjabarkan sejumlah pencapaian Opportunity selama menjalankan misinya antara lain memetakan kondisi geologi Mars hingga mengukur permukaan ketinggian air.
Rover yang mendiami Mars ini sempat mengirimkan sinyal pada 10 Juni 2018. Ruang kendali di Bumi melakukan berbagai cara untuk membangunkan kembali rover selama berbulan-bulan.
Akhir Januari lalu, NASA juga mengumumkan upaya terakhir dengan mengirimkan sinyal yang menginstruksikan rover untuk mengirim balasan dengan bunyi 'beep'. (ap/evn)