Dianggap 'Serang' Jokowi, Netizen Serukan #UninstallBukalapak

CNN Indonesia | Kamis, 14/02/2019 22:50 WIB
Dianggap 'Serang' Jokowi, Netizen Serukan #UninstallBukalapak Ilustrasi (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tagar #uninstallbukalapak menjadi tren di Indonesia sejak satu jam berakhir. Tagar ini awalnya digunakan untuk gerakan menghapus aplikasi Bukalapak. Gerakan ini muncul setelah Ahmad Zaky, CEO layanan e-commerce itu, mencuitkan status yang menyinggung para pendukung calon presiden no 01, Joko Widodo.

Menanggapi viralnya cuitannya, Zaky Kamis (14/2) pagi memberikan konfirmasi bahwa ia tidak bermaksud untuk memihak kalangan tertentu. Menurutnya, presiden baru ini bisa siapa saja yang memenangkan pemilu kelak.




Dalam cuitan sebelumnya, Zaky menyebut bahwa anggaran riset dan pengembangan industri 4.0 Indonesia sangat rendah ketimbang negara lain. Menurutnya, hal ini akan menghambat semangat untuk mengembangkan industri 4.0.

Saat dipantau sekitar pukul 21:00 WIB tagar ini dicuitkan sekitar 1000 akun. Ketika berita ini diturunkan, dalam satu jam, cuitan ini bertambah tiga kali lipat menjadi 3170 cuitan.







Pendukung Jokowi lainnya, menyebut Zaky seperti anak yang lupa dengan bapaknya. Sebab, mereka menganggap selama ini Jokowi telah mendukung perkembangan industri digital. Sementara cuitan Zaky dianggap tidak tahu berterimakasih atas dukungan tersebut.



Namun, tidak semua netizen menggunakan tagar #uninstalbukalapak untuk menyerang aplikasi e-commerce itu. Beberapa menyayangkan populernya tagar ini. Sebab, menurut mereka tiap orang bebas menyatakan pendapatnya.





Beberapa netizen lain juga menganggap para pendukung Jokowi terlalu terbawa perasaan (baper) dengan cuitan Zaky.



Sementara pengguna lain yang menggunkan tagar yang sama menyatakan akan tetap menggunakan aplikasi ini karena masih mendapat manfaat.



Akun @xuxxilee bahkan menginstal aplikasi ini karena mengaku kagum dengan CEOnya.



Warganet lain mencuitkan nyinyiran dengan tagar yang sama bahwa para netizen akan menginstal lagi aplikasi tersebut jika Bukalapak menggelar promo.



Pada Kamis (14/2) malam, setelah cuitannya terus viral, pendiri dan CEO Bukalapak Achmad Zaky meminta maaf kepada pendukung Presiden Joko Widodo terkait dengan cuitannya soal dana riset soal industri 4.0.

Ia kembali menuturkan tujuan cuitan soal industri 4.0 itu adalah terkait dengan kebutuhan Indonesia untuk berinvestasi untuk riset dan sumber daya manusia. Ia pun menghapus cuitan soal industri 4.0 yang menjadi sumber polemik ini. (eks/eks)