Rencana Tutup Pabrik di Inggris, 3 Ribu Karyawan Honda Cemas

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 19/02/2019 05:27 WIB
Rencana Tutup Pabrik di Inggris, 3 Ribu Karyawan Honda Cemas Honda Civic Hatchback Turbo. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Raksasa pembuat mobil asal Jepang, Honda, disebut berencana menutup pabrik di barat daya Inggris pada tahun 2022, dan karenanya menempatkan 3,500 karyawan dalam resiko kehilangan pekerjaan.

Melansir AFP, Honda akan mengumumkan penutupan pabrik Swindon pada hari Selasa (19/2), namun mereka masih mempertahankan kantor pusat di Eropa, di dekat Bracknell.

Nissan dan Ford juga telah menunjukkan tanda serupa seiring dengan Inggris yang mempersiapkan diri meninggalkan Uni Eropa, sekalipun anggota parlemen Justin Tomlinson menyatakan keputusan Honda tersebut tidak terkait dengan Brexit.


"Saya telah berbicara dengan... Honda. Mereka menjelaskan hal ini [penutupan pabrik] akibat dari tren global dan bukan Brexit karena produksi pasar Eropa yang akan terkonsolidasi di Jepang pada 2021," tulisnya di Twitter.




Perusahaan disebut tidak akan mengumumkan merumahkan karyawan sampai tahun 2021.

Dalam sebuah pernyataan, Honda mengatakan bahwa mereka tidak bisa mengeluarkan komentar apapun terkait banyaknya spekulasi yang beredar.

"Kami menganggap tanggung jawab dengan para pekerja sangat serius dan akan selalu mengkomunikasikan berbagai kabar dengan mereka [para pekerja] terlebih dahulu," ujar pernyataan pihak Honda.

Seorang karyawan keuangan Honda, Sue Davis mengatakan bahwa berita itu 'menghancurkan' wilayah kerjanya.


"Saya rasa Swindon tidak ada apa-apanya tanpa Honda. Mantan suami saya bekerja di sana selama 20 tahun, dia akan segera tak punya pekerjaan, jadi saya pikir ini benar-benar berita buruk," kata wanita 49 tahun itu.

Pabrik Swindon, satu-satunya yang dimiliki Honda di Eropa, telah memproduksi model Civic selama lebih dari 24 tahun, menggelindingkan 150 ribu unit per tahun.

Nissan selaku pesaing Honda mengumumkan di awal bulan ini bahwa mereka membatalkan rencana membangun X-Trail SUV di timur laut Inggris, salah satu penyebabnya adalah ketidakpastian Brexit.

Tahun lalu, wakil presiden senior Honda di Eropa, Ian Howells mengatakan jika Inggris meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan, perusahaannya akan rugi puluhan juta pound. Ia menambahkan, pihaknya tetap mempersiapkan kemungkinan tersebut. (rea)