Honda Umumkan Tutup Pabrik di Inggris Sebelum Brexit

Reuters, CNN Indonesia | Jumat, 22/02/2019 10:19 WIB
Honda Umumkan Tutup Pabrik di Inggris Sebelum Brexit Ilustrasi pabrik Honda. (Foto: REUTERS/Fred Thornhill)
Jakarta, CNN Indonesia -- Honda menyatakan pada Selasa (19/2) bakal menutup satu-satunya pabrik mereka di Inggris pada 2021. Keputusan ini menandai kepergian besar investasi otomotif dari Jepang dan diumumkan 38 hari sebelum jadwal Inggris keluar dari Uni Eropa yang dikenal dengan istilah Brexit.

Pabrik Honda berada di Swindon yang pada tahun lalu memproduksi 160 ribu unit. Fasilitas ini mewakili setidaknya 10 persen dari total 1,5 juta unit mobil yang diproduksi di Inggris. Penutupan pabrik itu juga berarti menghilangkan sekitar 3.500 pekerjaan.

Honda mengungkap keputusannya tidak berkaitan dengan Brexit. Honda yang performanya kurang bagus di Eropa menjelaskan ingin fokus beraktivitas di wilayah yang dipercaya menjual mobil lebih banyak.


"Kami harus mempertimbangkan kebangkitan kendaraan listrik dan perbedaan kecepatannya antara di Amerika Utara dan Eropa. Keputusan ini tidak berhubungan dengan Brexit," ujar CEO Honda Takahiro Hachigo, seperti diberitakan Reuters.

Walau dikatakan demikian, sikap Honda bikin kekhawatiran tersendiri. Pasalnya menjelang Brexit sudah ada beberapa peringatan dari pihak Jepang terkait pencabutan investasi karena dianggap Inggris tidak akan lagi menguntungkan buat bisnis bila meninggalkan Uni Eropa.

Honda memproduksi Civic hatchback di Inggris dan kebanyakan unitnya diekspor ke Amerika Serikat ketimbang Eropa.

Menteri Bisnis Inggris Greg Clark mengatakan keputusan Honda merupakan pukulan besar dan mengilustrasikan betapa besar risiko Brexit.

"Keputusan seperti Honda pada pagi ini mendemonstrasikan sungguh besar taruhannya. Kabar ini datang setelah ketidakpastian bahwa ... produsen harus menanggung tentang Brexit, tentang masa depan hubungan dengan Uni Eropa," kata Clark.

Menurut Clark merupakan hal yang tidak bisa diterima bila bisnis tidak punya kejelasan tentang masa depan perdagangan setelah Brexit terjadi pada 29 Maret 2019.

Sebelumnya, perusahaan elektronik asal Jepang, Sony dan Panasonic, telah memutuskan memindahkan kantor pusat di Inggris ke Uni Eropa. Sedangkan Hitachi menunda investasi sebesar US$28 miliar pada Januari lalu. (fea)