Bos Apple Jawab Soal Mahalnya Produk Mereka

eks, CNN Indonesia | Senin, 25/02/2019 09:46 WIB
Bos Apple Jawab Soal Mahalnya Produk Mereka Ilustrasi (REUTERS/Aly Song)
Jakarta, CNN Indonesia -- Apple menyadari label "mahal" yang melekat pada produk-produk besutan perusahaan asal Cupertino itu. Sebagai contoh, biaya produksi iPhone XR hanya sekitar US$370 atau Rp 5,1 juta (kurs Rp14.013,75). Padahal, saat ini iPhone XR di Indonesia dibanderol dengan varian termurah seharga Rp15,2 juta. 

Untuk itu, Chief Operating Officer Apple Jeff Williams menjelaskan mengapa produk mereka lebih mahal ketimbang para rivalnya. Hal ini dilakukan ketika menjawab pertanyaan salah satu mahasiswa di Elon University yang menanyakan apakah Apple bisa menurunkan harga produk mereka. 

"Analis tidak benar-benar memahami biaya dari apa yang kami lakukan dan seberapa besar perhatian kami dalam membuat produk kami," ujar Williams, seperti yang dikutip dari The Times News, Senin (25/2). 


Hal ini diungkapkan Williams saat menjadi pembicara di Universitas Elon. Lebih lanjut ia juga mengatakan peneliti dalam laporan tersebut tidak berpikir secara menyeluruh.

Kisah-kisah yang keluar tentang biaya produk kami telah menjadi kutukan keberadaan saya sejak awal waktu, termasuk hari-hari awal kami," kata Williams.

Ia menjelaskan perbandingan harga yang jauh itu digunakan untuk membiayai penelitian dan pengembangan yang dilakukan Apple sebelum meluncurkan sebuah produk. Ia lantas mencontohkan ketika perusahaannya meluncurkan Apple Watch.

Ketika Apple Watch pertama kali dirilis, jam pintar itu dilempar ke konsumen seharga US$349 atau sekitar Rp4,8 juta. Harganya sangat jauh dibandingkan dengan Fitbit pertama dengan harga US$99,95 atau sekitar Rp1,3 juta.

Williams menjelaskan bahwa Apple tidak ingin membuat wearable yang hanya mengukur kegiatan pengguna berdasarkan gerakan tangan semata. Untuk itu, Apple membangun laboratorium fisiologi dengan 40 perawat dan 10.000 peserta. Ini dilakukan untuk mempelajari cara terbaik untuk mengukur bagaimana kalori terbakar ketika peserta melakukan olahraga.

Hasilnya, pelacak detak jantung dengan sensor yang tertanam di bagian bawah Apple Watch yang memiliki kemampuan EKG. Watch terbaru Apple akan menjadi produk EKG pertama yang ditawarkan secara langsung kepada konsumen, dan pengguna cukup membuka aplikasi dan meletakkan jari di tempat yang bisa mengukur EKG.

Akan tetapi, Williams mengatakan bahwa soal harga sudah menjadi perhatian perusahaannya.

"Itu adalah sesuatu yang sangat kami sadari. Kami tidak ingin menjadi perusahaan yang elitis," ujar Williams, seperti dikutip MacRumors(eks/eks)