Hasil riset ini mencatat Indonesia memiliki kecepatan batas bawah jaringan 4G sebesar 6 Mbps. Dengan kecepatan terebut Indonesia hanya berada di atas Kamboja dengan kecepatan 3,7 Mbps, India dengan 3,7 Mbps, dan Aljazair dengan 2,6 Mbps.
Indonesia kalah dari negara berkembang lain seperti Filipina 6,5 Mbps, Pakistan dengan kecepatan 7,5 Mbps , Panama (7,8 Mbps), Bahrain (8 Mbps), Pantai Gading (9,2 Mbps), hingga Bangladesh (9,9 Mbps).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diikuti oleh Korea Selatan dengan kecepatan 40,8 Mbps, Belanda dengan 38,9 Mbps, Norwegia dengan 38,5 Mbps.
Dengan angka batas atas tersebut, Indonesia berada di atas Thailand dengan kecepatan 11,7 Mbps, India dengan 14,6 Mbps, Aljazair dengan 16,4 Mbps, Nigeria dengan 16,2 Mbps dan Bangladesh dengan 16,9 Mbps.
Indonesia kalah cepat dibandingkan dengan Panama (20 Mbps), Pantai Gading (20,6) Mbps, Malaysia (21 Mbps), Sri Lanka (23 Mbps), hingga Pakistan (23,7 Mbps).
Korea Selatan berada pada peringkat pertama batas maksimal kecepatan 4G dengan kecepatan 55,7 Mbps. Disusul oleh Swiss dengan kecepatan 55,5 Mbps, Belanda dengan 54,9 Mbps, Singapura dengan 54,7 Mbps dan Norwegia dengan 53,5 Mbps.
Dengan angka tersebut Indonesia mengungguli Kamboja (6,2 kali), Aljazair (6,2 kali), Belarus (5 kali), India (3,9 kali), Chile (3,6 kali), Bahrain (3,3 kali).
Indonesia kalah dari Pakistan (3,1 kali), Malaysia (2,3 kali), Pantai Gading (2,2 kali), Bangladesh (1,7 kali), hingga Nigeria (1,7 kali).
Riset yang bertajuk "The 5G Opportunity" ini juga menujukan kecepatan unduh rata-rata Indonesia. Indonesia memiliki kecepatan unduh rata-rata 8,6 Mbps dan kecepatan unduh tercepat hingga 18,5 Mbps.
Indonesia kalah dengan Malaysia dengan kecepatan unduh rata-rata 14 Mbps dengan kecepatan unduh maksimal 21 Mbps. Indonesia juga kalah dari Filipina (9,4 Mbps, maksimal 19 Mbps), Panama (10,1 Mbps, maksimal 20 Mbps), Vietnam (21,2 Mbps, maksimal 26,4 Mbps). (jnp/evn)