Australia Selesaikan Desain Teleskop Radio Terbesar Dunia

CNN Indonesia | Rabu, 27/02/2019 12:54 WIB
Australia Selesaikan Desain Teleskop Radio Terbesar Dunia Rancangan teleskop radio terbesar di dunia di Australia (Dok. SKA Organisation via blog.csiro.au)
Jakarta, CNN Indonesia -- Desain teleskop radio Square Kilometre Array (SKA) yang terbesar dan termutakhir di dunia, telah selesai. Teleskop radio tercanggih ini dibangun dilahan lebih dari satu juta meter persegi. Pengumuman ini dibuat oleh pemimpin proyek pembangunan antena radio tersebut, Organisasi Pesemakmuran Saintifik dan Riset Industri (CSIRO) dan rekanannya Aurecon Australia.

Teleskop radio ini akan digunakan untuk menangkap sinyal-sinyal radio yang beredar di luar angkasa. SKA akan jadi teleskop radio terbesar karena terdiri dari ribuan antena yang tersebar di seluruh dunia dan berpusat di Afrika Selatan dan Australia Barat.

"Kami membuat dasar untuk menghimpun 132 ribu antena frekuensi-rendah di Australia yang akan menerima sinyal radio jumlah besar," jelas Antony Schinkel, Direktur Konsorsium Infrastuktur SKA dari CSIRO seperti dikutip ZDNet


Selain itu, CSIRO juga menyebut kalau SKA bisa mendeteksi radar bandara di planet dengan jarak satu juta tahun cahaya jauhnya. Tingkat sensitifitas ini akan memperbarui pemahaman soal alam semesta dan hukum-hukum penting fisika, seperti tertulis dalam blognya

Astronomer juga bisa melacak pertumbuhan jutaan galaksi di luar angkasa, meneliti misteri Materi Gelap, serta pulsar yang mengorbit lubang hitam, yang telah mereka teliti selama beberapa dekade. Penelitian-penelitian tersebut diduga akan dapat menghubungkan mereka lebih dekat dengan kebenaran teori relativitas Einstein.

Canggih

Pengoperasian antena radio masif ini juga membutuhkan teknologi canggih. Sebab mereka perlu mengolah data menggunakan superkomputer dan 65 ribu kabel optik.

"Gelombang data yang akan kami peroleh akan mencapai skala petabit per detik, ( 1 petabit sama dengan sekitar seribu terabit) jumlah yang lebih besar dibanding laju internet global saat ini. Semua mengalir ke Observatorium Radio-astronomy Murchison milik CSIRO, Australia barat," tambah Schinkel.

Teknisi senior dari Aurecon, Shandip Abeywickerma mengatakan bahwa tantangan terbesar dari perancangan desain adalah meminimalisir kebisingan yang disebabkan oleh sistem yang diletakan di dekat observasi astronomi dengan teknologi tinggi. Hal ini penting agar menghindarkan tenggelamnya sinyal lemah yang seharusnya dideteksi teleskop.

Antena radio SKA ini merupakan hasil kerjasama antara CSIRO dan Observatorium Astronomi Radio Afrika Selatan (SARAO). Keduanya berkolaborasi dalam hal jalan, bangunan, pembangkit listrik, sanitasi, serta penangkal RFI (gelombang elektromagnet yang dapat mengganggu perangkat elektronik).

Sementara tim CSIRO-Aurecon telah menyelesaikan desain untuk bangunan di Australia, konsorsium yang dipimpin oleh SARAO diperkirakan akan turut segera menyelesaikan desainnya. Pembangunan SKA diperkirakan akan dimulai pada tahun 2020.

Terdapat 12 negara yang ikut mendanai proyek ini, yaitu Australia, Kanada, Cina, Prancis, India, Italia, Belanda, Selandia Baru, Afrika Selatan, Spanyol, Swiss, serta Inggris. (lea/eks)