Perjalanan ke Nebula Lagoon, Merekah Akibat Ledakan Bintang

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Jumat, 20/04/2018 19:15 WIB
Perjalanan ke Nebula Lagoon, Merekah Akibat Ledakan Bintang Nebula Lagoon (NASA/ Teleskop Hubble)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) membagikan perjalanan indah ke Nebula Lagoon. Foto-foto perjalanan ini dibagikan

Nebula adalah awan antariksa yang berisi debu, hidrogen, helium, dan gas berion lainnya. Letak Nebula Lagoon sendiri ada di antara konstelasi bintang Scorpio dan Sagitarius.
Perjalanan yang menyuguhkan pemandangan menakjubkan tersebut dibagikan dalam rangka perayaan ulang tahun Hubble ke-28.

Nebula Lagoon sangat kaya akan warna dan bercahaya. Wilayahnya penuh aktivitas intens, penuh angin kencang dari bintang panas, pusaran gas berputar, dan formasi bintang. Mereka berada di dalam labirin gas dan debu yang kabur.


Tampilan Nebula Lagoon saat diamati dengan cahaya yang terlihat (visible light) [kiri] dan cahaya inframerah [kanan] (NASA/ Teleskop Hubble)

Gas yang nampak pada nebula ini muncul akibat pancaran panas dari ledakan bintang Herschel 36. Ledakan ini menyebabkan erupsi dan melepaskan radiasi dan angin disekitar nebula.

Radiasi ultraviolet terionisasi pada gas sekitar sehingga gas ini bercahaya terang dan membuat bentuk-bentuk gas warna yang menarik.

(Sejak diluncurkan pada 24 April 1990, Teleskop Luar Angkasa Hubble NASA / ESA (Badan Antariksa Eropa) telah merevolusi hampir setiap bidang astronomi pengamatan. Hubble membawa pandangan baru tentang Alam Semesta dan disebut telah mencapai serta melampaui harapan ilmuwan selama 28 tahun ini.

Oleh karena itu, setiap tahun ESA dan NASA merayakan ulang tahun teleskop dengan membagikan gambar baru yang spektakuler. Gambar hari jadinya tahun ini menampilkan objek yang telah diamati beberapa kali di masa lalu.

Perjalanan ke Nebula Lagoon, Merekah Akibat Ledakan BintangTampilan Lagoon Nebula (NASA/ Teleskop Hubble)

Nebula Lagoon adalah objek awan antariksa dengan lebar 55 tahun cahaya dan tinggi 20 tahun cahaya. Nebula ini berjarak sekitar 4000 tahun cahaya dari Bumi.

Namun, jika diamati dari bumi ukurannya tiga kali lebih besar daripada Bulan purnama. Bahkan, Lagoon bisa terlihat oleh mata telanjang saat pengamat berada di lingkungan yang gelap dan langit yang bersih.

Sebab objek ini relatif berukuran besar, teleskop Hubble pun hanya mampu menangkap sebagian kecil dari total nebula tersebut.

Dari total dimensi nebula Lagoon berukuran 55x20 tahun cahaya, gambar yang ditangkap teleskop hanya mampu menangkap area berukuran empat tahun cahaya. Meski demikian, detil yang ditunjukkan tetap menakjubkan.

[Gambas:Youtube]

Hubble mengamati Nebula Lagoon tidak hanya menggunakan gelombang cahaya tampak. Tapi juga menggunakan gelombang inframerah.

Dengan pengamatan optik, para astronom mempelajari gas secara lengkap. Sementara cahaya inframerah bisa memotong bercak-bercak debu dan gas yang kabur, memperjelas struktur yang lebih rumit dan bintang-bintang muda yang bersembunyi di dalamnya.

Dengan menggabungkan data dari pengamatan optik dan inframerah ini, para astronom dapat melukiskan gambaran lengkap dari proses yang sedang berlangsung di nebula, demikian disebutkan Eurekaalert. (eks/eks)