"Grab, everyday SuperApp kamu, adalah Decacorn pertama di Asia Tenggara," seperti tertulis dalam situs tersebut, Kamis (28/2).
Selain menulis pada situsnya, Grab juga mengumumkan pengukuhan status ini lewat aplikasinya. Dalam aplikasinya Grab memberikan diskon dengan kode Decacorn bagi para penggunanya. Seraya diikuti dengan tulisan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhir tahun lalu, Grab dikabarkan baru saja mengantongi pendanaan Rp4,3 triliun (US$ 3 miliar). Total pendanaan US$3 miliar ini membuat total valuasi (nilai perusahaan) Grab mencapai lebih dari US$11 miliar (Rp158,6 triliun) dan akhirnya membawa Grab menyandang status sebagai Decacorn.
Soal decacorn
Isu mengenai Grab akan menjadi decacorn pertama di Asia Tenggara ini telah lama berhembus. Pada Desember, Pendiri Grab Hooi Ling Tan mengungkap soal keyakinannya bahwa perusahaan yang didirikannya bersama Anthony Tan bakal menjadi decacorn pertama di Asia Tenggara.
Pengumuman status decacorn Grab di aplikasinya (Dok. Istimewa) |
Selain Grab, CB Insight mencatat ada 14 perusahaan di dunia yang naik kasta menjadi decacorn. China dan Amerika Serikat mendominasi daftar decacorn baru dunia.
Dengan status ini, Grab dengan valuasi US$11 miliar, sejajar dengan perusahaan teknologi lain seperti, Bytedance (valuasi US$75 miliar), Uber (US$72 miliar), Didi Chuxing (US$56 miliar), WeWork (US$47 miliar), Airbnb (US$29,3 miliar), SpaceX (US$21,5 miliar), Stripe (US$20 miliar).
Tahun ini, Grab berencana untuk melipatgandakan pendanaan yang mereka terima, seperti diungkap Presiden Grab Ming Maa. Namun, Maa mengakui kalau perusahaannya hingga saat ini belum mengantongi keuntungan. (eks)
Pengumuman status decacorn Grab di aplikasinya (Dok. Istimewa)