Dua hal ini menjadi salah satu alasan yang membuat pemanfaatan 5G menjadi lebih luas. Tak hanya itu, jika pemanfaatan 4G ada untuk mendorong adopsi ponsel dan akses internet, potensi implementasi 5G justru lebih spesifik dan luas.
Salah satu diantaranya yang menjadi fokus 5G adalah industri 4.0 berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) dan robotik. President Qualcomm Incorporated Cristian Amon mengungkapkan kemampuan 5G akan membuat pengembangan teknologi segalanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satunya untuk pemanfaatan gadget lebih maksimal.
Ponsel layar lipat yang diluncurkan Samsung sendiri memungkinkan pengguna menggunakan tiga tab dalam waktu yang bersamaan.
Amon mengungkap dari Qualcomm sendiri telah meluncurkan cipset terbaru untuk 5G yakni Snapdragon 855. Kemampuan cipset ini akan memiliki dukungan Qualcomm Artificial Intelligence (AI) Engine.
Dengan begitu, nantinya perangkat mobile bisa memaksimalkan penyebaran fitur yang mendukung perangkat AI yang mulus dan menarik di perangkat Android.
Mobil otonom akan menjadi salah satu yang paling dicari dalam era 5G. Pasalnya, saat ini implementasi mobil otonom masih belum berjalan sempurna dengan teknologi 4G.
Teknologi mobil otonom membutuhkan latensi yang rendah sehingga era 5G dinilai menjadi solusi mobil otonom.
Industri 4.0 pun dinilai akan menjadi 'sempurna' dengan 5G. Pasalnya, berdasarkan percobaan penggunaan robotik dalam pabrik akan meningkatkan produktifitas dan menurunkan kesalahan dalam produksi.
"5G akan menjadi masa depan dan saat ini transformasi koneksi 5G menjadi yang utama," tutup Amon. (age/evn)