Menanti Skutik Suzuki Pesaing Nmax dan PCX

ray, CNN Indonesia | Rabu, 06/03/2019 16:37 WIB
Menanti Skutik Suzuki Pesaing Nmax dan PCX Suzuki Burgman 400. (Foto: Dok. bikes.suzuki.co.uk)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sales and Marketing Department Head Suzuki Indomobil Sales (SIS) divisi roda dua Yohan Yahya mengatakan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan skuter matik (skutik) untuk masuk ke segmen 150 cc. Skutik yang dimaksud untuk 'menghantam' Yamaha Nmax dan Honda PCX.

"Matik premium menarik dan marketnya naik terus. Kami melihat jika akan ada shifting class," kata Yohan ditemui di Jakarta, Senin (4/3).

Merujuk pada data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan roda dua bermesin 125-150 cc selama 2018 mengalami pertumbuhan. Penjualan 2017 1.391.765 unit naik menjadi 1.806.599 unit pada 2018.


Untuk kategori skutik 125 cc ke bawah, Yohan menilai penjualannya mulai menyusut, sementara Suzuki di kelas punya dua produk, yaitu Address dan Nex II.

Menurut Yohan Suzuki Nex II merupakan tulang punggung untuk penjualan domestik Suzuki, yang penjualannya sepanjang 2018 mencapai 31.015 unit. Sebaliknya Address, dinilai kurang laris di Indonesia.

Kendati demikian, Kepala Bagian Marketing divisi roda dua SIS Banggas Pardede menyatakan pihaknya masih tetap akan mempertahankan Address, meski nantinya bakal meluncurkan skutik baru mesin kapasitas 150 cc.

Banggas menyampaikan Address tidak akan 'disuntik mati' karena untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor. Ia menjelaskan selama 2018 Suzuki ini telah mengapalkan 16.386 unit Address atau menjadi nomor dua sepeda motor terlaris Suzuki di luar negeri setelah GSX series.

"Ya untuk masing-masing brand punya opsi yang dikembangkan. Tapi jangan lupa juga itu Address menjadi backbone kami untuk ekspor," ucap Banggas.

Pencapaian Ekspor Mobil dan Motor Suzuki

Total ekspor mobil Suzuki dalam bentuk utuh dan terurai mencapai 63.868 unit sepanjang 2018, ke-52 negara tujuan ekspor.

Untuk ekspor dalam bentuk utuh atau completely build up (CBU) jumlahnya mencapai 24.924 unit. APV tercatat menjadi kendaraan dengan jumlah ekspor CBU tertinggi, yakni 13.891 unit yang 1.418 unitnya berhasil menembus ketatnya regulasi Vietnam.

Sementara pengapalan dalam bentuk utuh untuk Ertiga angkanya mencapai 4.645 hingga akhir 2018.

Kemudian untuk ekspor Suzuki mobil dalam bentuk terurai atau completely knock down (CKD) pada 2018 mencapai 38.944 unit. Karimun Wagon R menjadi kontributor paling besar, yakni 32.352 unit ke Pakistan dan diikuti Carry 4.056 unit menuju Vietnam.

Selain dua mobil itu, new Ertiga berada pada urutan ketiga dalam jumlah pengapalan terurai sebanyak 2.520 unit ke Malaysia, dan all new Ertiga 16 unit menuju Myanmar.

Sementara untuk jumlah pengapalan sepeda motor dalam bentuk utuh tercatat mengalami pertumbuhan menjadi 52.634 unit, naik signifikan dibandingkan 2017 yang berjumlah 25.586 unit.

Kontribusi terbesar ekspor roda dua Suzuki berasal dari GSX Series sebanyak 20.548 unit, Address 16.386 unit, dan NEX II yang baru diperkenalkan pada April 2018 dengan jumlah 10.413 unit.

Suzuki juga turut mengapalkan sepeda motor dalam bentuk CKD dengan jumlah mencapai 130.800 unit, atau naik dari 2017 sebesar 87.600 unit. Saat ini ekspor roda dua ke-41 negara.

Departement Head of Eksport Suzuki Indomobil Motor (SIM) Hady Surjono Halom menyampaikan bahwa tahun ini destinasi ekspor bakal ditambah. 2019 ditargetkan motor Suzuki buatan Indonesia bakal masuk ke Bangladesh dan Korea dengan target keseluruhan mencapai 200 ribu unit.

Selain itu Hady menambahkan jika tahun ini Suzuki menargetkan kenaikan jumlah ekspor mobil utuh dan CKD sebesar lima persen atau 67 ribu unit.

"Di 2019 ada penambahan pasar baru, motor ke Korea dan Bangladesh itu pasar barunya," tutup Hadi. (ryh/mik)