Toyota 'Ancam' Tutup Pabrik di Inggris

AFP, CNN Indonesia | Jumat, 08/03/2019 15:59 WIB
Toyota 'Ancam' Tutup Pabrik di Inggris Ilustrasi pabrik Toyota. (Foto: REUTERS/Issei Kato)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keputusan pemerintahan Inggris memilih cara keluar dari Uni Eropa (Brexit) bakal mempengaruhi Toyota. CEO Toyota Eropa Johan van Zyl mengingatkan bila Brexit dilakukan tanpa perjanjian maka ada kemungkinan Toyota mengakhiri produksi mobil di Inggris pada 2023.

Jadwal Brexit sudah ditetapkan, yakni pada 29 Maret 2019. Pemerintah Inggris sudah berbulan-bulan menggelar negosiasi untuk membuat perjanjian yang bakal mengamankan Inggris setelah keluar dari Uni Eropa, namun selalu gagal.

Pekan depan, pemerintah bakal memilih apakah Brexit akan dilakukan tanpa perjanjian atau menunda Brexit.


"Bila lingkungan bisnis menjadi sangat, sangat sulit untuk beroperasi, [meninggalkan Inggris] bisa juga jadi agenda," kata Zyl kepada wartawan di Geneva Motor Show 2019.

AFP mengonfirmasi kepada Toyota soal pernyataan Zyl. Lantas juru bicara Toyota menjawab, "Dalam proses tanya jawab dengan reporter Jepang di sana, dia menjawab pertanyaan apakah kemungkinan menarik bisnis dari Inggris itu memungkinkan, lantas dia jawab itu merupakan 'pilihan' dalam hal istilah umum".

Juru bicara itu juga mengibaratkan situasi Toyota memandang Brexit sebagai 'pendaratan keras yang tidak diinginkan'. Dia juga menjelaskan pandangan Toyota itu tidak berubah.

"Tetapi kami belum tahu apa yang akan terjadi dan belum ada satupun yang diputuskan," kata juru bicara itu.

Pemerintah Inggris seharusnya menanggapi serius sikap hati-hati yang diungkap produsen lokal. Sebelum Toyota, Honda sudah mengumumkan menutup pabrik besar di Inggris pada 2022 yang mengakibatkan 3.500 pekerja terancam.

Sebelum Honda, produsen asal Jepang lainnya, Sony, Panasonic, dan Hitachi telah mengecilkan operasi mereka di Inggris menjelang Brexit. (fea)