Sejak pertama kali meluncur pada 2017, Ignis diimpor Completely Build Up (CBU) dari Suzuki India. Ignis mendapat perhatian besar dari masyarakat, buktinya penjualan mencapai 13.802 unit pada 2018 dan menjadi rajanya city car.
Walau laris dan menjanjikan, namun nampaknya SIS berpikir volume saja masih belum cukup menjadikannya diproduksi lokal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Suzuki Bicara Tambah Model Produksi Lokal |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Donny pun menilai penjualan Ignis pada 2018 tidak seperti saat pasca peluncuran perdana pada 2017. Diketahui dalam data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) 2017 penjualan Ignis walau cuma 10 bulan (Maret-Desember) dapat mencapai 14.157 unit.
"Kalau kami lihat kan bagaimana kalau kami mau melokalkan produk atau memperkenalkan produk. Itu bagaimana dampaknya terhadap market spesifiknya terhadap jualan kami," katanya.
Menurut Dony pihaknya juga menunggu regulasi apa yang akan diterbitkan pemerintah di industri otomotif Tanah Air. Ia mengatakan bisnis harus sejalan dengan regulasi agar tidak ada hambatan ke depannya.
"Kalau bawa ke sini harus ada something, harus runut, regulasi mau bagaimana. Jadi sorry to say diskusi kaya telur sama ayam mana yang lebih dulu. Kami juga ingin, tapi masih on progress. Kami lihat market dan kompetisi," ujarnya.
"Ingat Suzuki Indonesia pilar ketiga dari penjualan dan sangat penting. Ini sebetulnya berkaitan dengan strategi overall. Dan juga karena kami secara bisnis ya saling support," ucap Dony. (ryh/fea)