Toyota Sindir Performa Penjualan Xpander

ray, CNN Indonesia | Rabu, 13/03/2019 17:55 WIB
Toyota Sindir Performa Penjualan Xpander Logo Avanza. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan Mitsubishi Xpander bukan lawan sepadan untuk Avanza. Xpander belum mampu menguasai pasar otomotif segmen MPV 'murah', meski puncak penjualan low multi-purpose vehicle (LMPV) pada Januari 2019 berhasil diisi Xpander.

Dalam data data wholesales (penjualan dari pabrik ke dealer) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Xpander terjual 5.708 unit pada Januari 2019, diikuti Toyota Avanza 5.568 unit, dan Daihatsu Xenia 3.037 unit.

Namun itu belum bisa dijadikan patokan jika melihat performa penjualan di sepanjang 2018, yaitu Toyota sanggup melepas 82.167 unit Avanza, Xpander 75.075 unit, dan Ertiga 32.592 unit.


"Jadi belom bisa bilang sudah bisa ngalahin Avanza. Jadi mulai hari ini kami canangin perang melawan (Xpander)," kata Soerjopranoto di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (13/3).

Belum lagi, lanjut pria karib disapa Soerjo ini mengklaim puncak penjualan Avanza pada Juli 2013 yang mencapai 21 ribu unit. Jika dibandingkan dengan Xpander, Ia menganggap Avanza bukan lawan Xpander.

"Kami menganggap Xpander belum sukses. Angka maksimum wholesales masih dipegang Avanza 21 ribu (pada Juli 2013). Kedua bersaingnya itu sebetulnya di Suzuki Ertiga dan satu lagi Mobilio. Itu mereka pernah 11 ribu sama 10 ribu pada 2013-2014. Dia (Xpander) baru setara sama xenia 7.000an," ucap Soerjo.

Merujuk hasil penjualan tahun lalu, Avanza dan Xpander memang terlihat bersaing sengit. Rata-rata penjualan Avanza per bulan bisa mencapai 9.000 sampai 10 ribuan unit, namun sekarang penjualan berkutat pada angka 5.000an unit hingga 7.000an unit sejak kemunculan Xpander pada 2017.

Menurut Soerjo turunnya angka penjualan wholesales Avanza bukan karena Xpander. Volume produksi berkurang karena tingginya minat konsumen terhadap generasi terbaru Toyota Rush sehingga produksi Avanza dibenahi untuk memenuhi pasokan Rush model terbaru.

"Xpander bisa jualan 7.000, kami merasa sudah untung. Turun cuma 3.000 diambil sama Rush (produksi Avanza). Tapi kalau Xpander mau ngalahin Avanza ya dibuktikan saja," ucap dia dengan nada menantang.

Soerjo pun bilang anggapan bahwa Xpander lahir sebagai 'pembunuh' Avanza sebagai 'omong kosong'.

"Intinya bicara mengenai Xpander itu Avanza killer. Tapi sampai sekarang tidak di-kill kill. Dan saya sudah bilang dari awal itu, kami juga tidak ada pengen kill meng kill. Karena dari awal itu kami melihat total industri otomotif," ucapnya.

Lebih dari itu Soerjopranoto optimistis selama 2019 Avanza bakal kembali menjadi low MPV terlaris di dalam negeri meski ketatnya kompetisi.

"Pokoknya kami akan lebih kuat dari Xpander. Sudah pasti. Tahun lalu sudah jelas, tahun ini ya harus tetap leading," tutup Soerjo dengan nada yakin.

[Gambas:Video CNN] (ryh/mik)


BACA JUGA