"Kami berada posisi yang sangat, sangat baik," kata Tan.
Ketika ditanya apakah Grab tertarik untuk melakukan IPO, menurut Tan mengambil dana dari publik adalah salah satu 'opsi' yang ada. Namun, pengembangan kapital serta layanan dari Grab akan menjadi fokus yang dilakukan perusahaan tersebut pada tahun 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Grab Sebut 'Fraud' Transportasi Online Naik |
Sebelumnya, Grab telah mendapat pendanaan anyar dari berbagai perusahaan Jepang, seperti SoftBank, dan Toyota. Tan mengaku menyukai menjalin rekan dengan perusahaan Jepang karena kultur kaizen atau mengembangkan diri, yang dianut perusahaan asal negeri Sakura itu.
Pada Februari lalu, Anthony mengatakan jika perusahaan yang didirikannya telah mengantongi status sebagai decacorn. Decacorn merupakan sebutan bagi perusahaan rintisan yang telah mengantongi valuasi US$10 miliar.
Lihat juga:Grab 'Bangun' Benteng Lawan Order Fiktif |
Para investor, rekan bisnis, dan rekan kerja, mengenal Anthony Tan adalah salah satu pekerja keras yang mereka kenal. Menurut Tan, keyakinannya sebagai seorang Kristiani memandu langkahnya untuk menjalankan perusahaan. Prinsip seperti kepemimpinan yang melayani menjadi pengaruh utama dalam perusahaannya.
"Jika Yesus bisa membasuh kaki para murid, lalu siapa aku ini?" jelas Tan dalam wawancara dengan South China Morning Post beberapa waktu lalu. (lea/eks)