Debu ini terbentuk dari serpihan asteroid yang saling bertabrakan dan komet yang terbakar. Serpihan ini lantas terperangkap di lingkaran orbit planet dan membentuk awan debut. Bumi pun bahkan memiliki zona berdebu sendiri.
"(Sebelumnya) kami mengira Merkuri terlalu kecil dan dekat dengan Matahari untuk menciptakan debu di sekeliling orbitnya," jelas Russell Howard, ahli astrofisika yang bekerja di Naval Research Laboratory, Amerika Serikat, seperti dikutip Space.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:China Luncurkan Roket ke Sisi Terjauh Bulan |
Namun, ternyata orbit Merkuri dikelilingi debu tebal dengan lebar 15 juta kilometer (9,3 mil).
Lihat juga:NASA Susun Konsep Kirim Manusia ke Venus |
Hasil penelitian debu Merkuri telah dipublikasikan pekan ini di jurnal The Astrophysical. (eks)