Perbaiki Kualitas Sinyal, XL Tengah Negosiasi dengan MRT

CNN Indonesia | Selasa, 19/03/2019 07:45 WIB
Perbaiki Kualitas Sinyal, XL Tengah Negosiasi dengan MRT XL menyebut tengah bernegosiasi agar bisa menjaga kelancaran layanan seluler di sepanjang jalur MRT Jakarta (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- XL Axiata mengatakan saat ini pihaknya sedang bernegosiasi dengan pengelola MRT Jakarta untuk memperbaiki kualitas sinyal jaringan seluler miliknya  di sepanjang jalur transportasi itu.

Menurut Group Head Corporate Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih, pihaknya berupaya untuk memberikan kelancaran bagi masyarakat agar dapat mengakses jaringan seluler di jalur yang dilewati MRT.

"XL Axiata akan berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk penyedia layanan dan fasilitas MRT. Saat ini masih dalam tahap diskusi dengan pihak penyelenggara fasilitas di layanan MRT tersebut," kata Ayu saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (19/3).


Pengguna MRT Jakarta mengeluh kesulitan mengakses jaringan seluler terutama ketika melewati terowongan bawah tanah. Saat ini, baru Telkomsel yang melakukan penguatan sinyal di sepanjang jalur kereta tersebut.

Telkomsel menyebut telah memasang 48 BTS di 13 stasiun yang dilewati MRT Jakarta. melewati dan berada di dalam terowongan bawah tanah. Sehingga, masyarakat hanya bisa mengakses jaringan Telkomsel di terowongan bawah.

Sementara itu, Direktur Jaringan Telkomsel Bob Apriawan mengatakan Telkomsel sudah memasang 48 BTS di 13 stasiun MRT Jakarta. Ia mengakui sejauh ini baru Telkomsel yang menyediakan jaringan seluler di MRT.

"Total ada 74 sector dengan 222 NE BTS mixed 2G, 3G, dan 4G. Untuk 4G kita pakai carrier aggregation  LTE FDD 1800 dan LTE TDD 2300 dikombinasikan," ujar Bob saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com melalui pesan teks, Selasa (19/3).

Menanggapi situasi ini, Menkominfo Rudiantara berharap MRT Jakarta tidak membatasi operator yang ingin menguatkan layanan mereka di sepanjang jalur layanan transportasi mereka.

Namun, ia menyebut ia tidak dapat mencampuri ketersediaan jaringan seluler di MRT karena sudah berkaitan dengan pembicaraan business to business (B2B) antara pengelola MRT dengan para operator.

"Karena saya diberitahu ada minimum revenue (pendapatan minimum) yang diminta. Itu boleh-boleh saja, pure bisnis," ujarnya, saat ditemui CNNIndonesia.com di Gedung Indosat Ooredoo, Jakarta Pusat, Senin (19/3).

Rudiantara berharap agar negosiasi layanan jaringan seluler di jalur MRT Jakarta tidak mencegah operator dengan daya investasi kecil untuk menyediakan layanan.

Sebab, dalam industri seluler terdapat operator dengan daya investasi yang sangat besar dan ada operator dengan daya investasi menengah. (jnp/eks)